Suara.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menilai posisi wakil gubernur DKI tidak terlalu penting untuk segera diisi. Taufik menganggap Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tak merasa terganggu menjalankan roda pemerintahan di Ibu Kota tanpa pendamping.
Menurut Taufik, gubernur Jakarta tidak bekerja sendiri dalam menjalankan roda pemerintahan. Pasalnya, gubernur memiliki tim tersendiri dan juga sekretaris daerah yang siap mewakilinya jika gubernur pergi dinas luar.
"Ada tim gubernur, ada TGUPP, ada macam-macam. Terus apa yang menjadi hambatan gubernur? Tak ada masalah. Enteng pak kalau nggak ada wagub. Nggak usah dibikin masalah terlalu besar," kata Taufik saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).
Taufik menjelaskan, kedua partai pengusung yakni Gerindra dan PKS memiliki mekanisme tersendiri dalam mengajukan wagub pengganti Sandiaga Uno.
Meski demikian, Taufik mengatakan proses yang dilalui partai pengusung Anies dan Sandiaga di Pilkada Jakarta 2017 lalu itu membutuhkan waktu, sehingga tidak dapat diburu-buru untuk segera selesai.
Terlebih, lanjut Taufik, dalam undang-undang yang berlaku pun tidak ada batasan waktu pengisian jabatan wagub yang kosong. Sehingga, tidak ada kewajiban bagi partai pengusung untuk menyegerakan mengisi jabatan itu.
"Tidak menuntut soal waktu, karena di undang-undang bebas saja. Kalau gubernur nggak bisa datang ke sini, ke situ, kan ada sekda yang menggantikan. Gampang saja kok," ungkap Taufik.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku cukup kerepotan dengan tugasnya memimpin ibu kota seorang diri tanpa pendamping. Ia pun terus menantikan hasil keputusan partai soal penetapan wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno.
Semenjak Sandiaga sudah non-aktif dari jabatannya sebagai wagub, Anies mengaku kesulitan saat menghadiri agenda harian. Terlebih ada banyak kebijakan yang harus diambil, bukan hanya sekadar menghadiri acara saja.
Baca Juga: Taufik Kurniawan Ikuti Mekanisme Pergantian Wakil Ketua DPR
"Lumayan (kerepotan), kalau ada acara tidak bisa diwakilkan, kalau pekerjaan secara umum sih tidak terganggu karena dulu pun ujungnya keputusan di gubernur. Secara proses enggak ada masalah," kata Anies beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
-
Rebutan Wagub DKI, PKS Khawatir Pengaruhi Perolehan Suara Prabowo
-
Gerindra dan PKS Lama, Prasetio: Saya Calonkan Jadi Wagub Saja
-
Soal Fit Proper Wagub, Gerindra Tunggu Laporan PKS
-
Gerindra: Proses Fit & Proper Test Wagub DKI Terbuka Untuk Umum
-
Gerindra Targetkan Fit & Proper Test Wagub DKI Rampung Akhir 2018
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi