Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mendapatkan kejutan saat mengunjungi Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal (Madina). Di pondok pesantren itu, Sandiaga mendapatkan sumbangan dana kampanye sebesar Rp 500 ribu.
Sumbangan dana itu diberikan seorang pria bernama Barkhan usai Sandiaga makan siang di kediaman pengasuh Pondok Pesantren itu, H. Mustafa Bakri Nasution, Senin (10/12/2018). Dengan menyodorkan amplop kepada Sandiaga, santri tersebut berharap sejumlah dana yang diberikan bisa membantu kesuksesan kampanye Prabowo - Sandiaga.
"Ini pak untuk dana kampanye, semoga bermanfaat,” kata Barkhan.
Usai menerima dana sumbangan tersebut, Sandiaga mengatakan bahwa dirinya akan langsung menyerahkan kepada tim keuangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk dicatat sebagai pendanaan kampanye.
Selain itu, Sandiaga bersyukur melihat banyak masyarakat yang turut andil dalam kampanye Prabowo-Sandiaga. Dirinya mengaku dengan banyaknya masyarakat yang terus menyumbangkan dana untuk berkampanye, Sandiaga akan semakin bekerja keras.
"Hal-hal seperti ini yang membuat saya ingin bekerja keras lagi. Sampai hari ini sudah 800 titik lebih, di Jakarta saya bergerak di 1200 titik. Insyaallah ini komitmen kami untuk menjadi pemimpin yang mendengar,” ujar Sandiaga.
Sebelum menerima sumbangan dana itu, Sandiaga sempat menyampaikan beberapa pesan kepada santri di sana. Sandiaga menjelaskan kalau para santri harus menerapkan filosofi Yang disebutnya sebagai FAST (Fathonah, Amanah, Sidiq dan Tabliqh).
“Para santri harus mengamalkan empat kata ini, yakni Fathonah, Amanah, Shidiq dan Tabligh atau yang saya singkat dengan Fast. Bisa cepat berindak dan berfikir agar tidak tertinggal dan mampu bersaing dalam industri 4.0," pungkasnya.
Baca Juga: SD Mangunan Ini Tanpa Pagar, Seragam, dan Tidak Ada Pelajaran Agama
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?