Suara.com - Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Matnoor Tindoan menyalahkan pemerintah pusat di kasus e-KTP tercecer di Duren Sawit, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Matnoor Tindoan beralasan e-KTP yang tercecer tersebut merupakan cetakan pertama yang diproduksi oleh pemerintah pusat.
Matnoor mengungkapkan 2.153 keping e-KTP yang tercecer di Duren Sawit merupakan produksi tahun 2011 hingga 2013. Ketika itu, proses pencetakan hingga pembagiannya ditangani langsung oleh pemerintah pusat.
"Ya pemerintah pusat (yang harus bertanggung jawab), itu barang mereka. Cuma saja bilangnya e-KTP DKI dan ada keping yang punya warga Sumatra Barat, nggak full punya DKI," kata Matnoor di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018).
Sementara itu pencetakan e-KTP baru dikelola Pemerintah Daerah (Pemda) di tahun 2015. Adapun, blanko e-KTP tersebut pun masih dari pemerintah pusat.
"Jadi nggak lewat Pemda. Yang lewat Pemda itu 2015 -2018 yang dicetak pemda, blangkonya tetap dari pusat," imbuhnya.
"Kalau soal (e-KTP) tercecer itu ya mereka yang punya, bukan kita. Karena blangkonya dari 2011 sampai 2013," tambahnya.
Komisi A DPRD DKI Jakarta menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), pada hari ini Selasa (18/12/2018). Dalam rapat itu, DPRD mempertanyakan 2.153 e-KTP yang tercecer di Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu (8/12) lalu.
Kadisdukcapil DKI Jakarta, Dhany Sukma mengungkapkan bahwa sejumlah e-KTP yang tercecer di Duren Sawit, Jakarta Timur merupakan cetakan pertama. Ketika itu e-KTP dicetak oleh vendor yang ditunjuk langsung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan didistribusikan lewat Pos ke kelurahan.
"Kita sudah jelaskan bahwa e-KTP yang tercecer merupakan cetakan pertama ketika perekaman massal di tahun 2011, 2012, dan 2013," kata Dhany.
Baca Juga: Kadisdukcapil: Ribuan e-KTP Tercecer Sengaja Buat Gaduh Pemilu
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Geger SMA di Jaktim, Guru Diduga Lecehkan Banyak Siswi, Korban Lain Buka Suara
-
Bocah SD Tewas Tertabrak Kereta di Parung Panjang, Terlempar hingga 30 Meter Saat Pulang Sekolah
-
Diperikaa Kamis Lusa, Kubu Roy Suryo Cs Siapkan Mantan Wakapolri Oegroseno Jadi Ahli Meringankan
-
Diperiksa Polda Metro, Eks Ketua KIP DKI Jadi Saksi Meringankan Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi
-
Kemensos Beri Santunan untuk Keluarga Marinir Korban Longsor Cisarua
-
Indeks Keselamatan Jurnalis 2025: Swasensor dan Narasumber yang Diam Jadi Tantangan Baru
-
Tok! DPR Sahkan 8 Anggota Baznas RI Periode 2025-2030 dalam Rapat Paripurna, Ada Nama Eks Wamenag
-
DPR Gelar Rapat Paripurna ke-13 Hari Ini, Ada Tiga Surat Dari Presiden Dibacakan
-
Tanah Bergerak di Tegal Disebut Bakal Berulang, Pakar Geologi UGM: Tak Layak Huni, Cari Lokasi Baru!
-
3 Jam Bareng 22 Pengusaha APINDO di Hambalang, Prabowo Tekankan Penciptaan Lapangan Kerja