Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK terus mendalami kasus dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indoneseia (Koni), yang kini menjerat sejumlah pejabat tersebut. Berangkat dari situ, KPK pun menelisik kemungkinan dana Asian Games 2018 juga dikorupsi.
Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut tak menutup kemungkinan penyidik KPK turut menyelidiki dana dari kegiatan Asian Games 2018 lalu di Agustus sampai September tersebut.
"Karena kalau kami lihat Kemenpora, pasti bukan hanya dana hibah ke KONI, ada juga yang ke IOC ( Komite Olimpiade Internasional ). Kami bisa meng-trace juga misalkan dana Asian Games jadi kami akan menelusuri itu," kata Agus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/12/2018).
Agus menambahkan baru menemukan bukti dari operasi tangkap tangan (OTT) tim penindakan KPK, adanya bukti bahwa adanya uang diduga terkait dana hibah yang berada di rekening Deputi IV Prestasi Olahraga, Mulyana mencapai ratusan juta.
"Uang kan hanya Rp 200 juta, sama Rp 100 juta di ATM nya pak deputi tadi, ATM itu ternyata di suplai dari kickback," ujar Agus
Lebih lanjut, Agus peningkatan terhadap kasus OTT di Kemenpora akan disampaikan nanti secara lengkap dalam konferensi pers.
"Makanya nanti kami akan ekspose, kami akan tahu detail dan kita konpers nanti malam," ujar Agus.
Hingga kini pun, Kesembilan orang yang telah diamankan oleh tim penindakan KPK, sejak Selasa (18/12/2018) malam, masih dalam pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang ditangkap.
Baca Juga: Kemenpora Tegaskan OTT KPK Bukan Terkait Anggaran Asian Games
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan
-
Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo
-
Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah
-
Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri
-
Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar
-
Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia
-
Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo