Suara.com - Sugeng ditembak mati lelaki misterius dari jarak 50 cm saat jaga toko di di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Peristiwa itu terjadi, Sabtu (2/2/2019) malam.
Kapolres Puncak Jaya AKBP Ari Purwanto menyebut sampai kini belum teridentifikasi pelaku penembakan Sugeng.
"Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP)) terungkap pelaku yang diduga berasal dari KKB melakukan penembakan dari jarak dekat yakni sekitar setengah meter dari korban yang berada di dalam kiosnya," ujarnya ketika dikonfirmasi, Minggu (3/2/2019).
Polisi sudah melakukan olah TKP, Minggu pagi. Dari olah TKP itu ditemukan dugaan bahwa Sugeng ditembak mati dari jarak dekat. Sebelum ditembak mati, Sugeng sedang bersama rekannya di TKP.
Pelaku penembakan mendatangi kios tersebut dan secara tiba-tiba menembak dari luar bangunan kios. Seusai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri di tengah kegelapan.
"Jenazah Sugeng kini masih disemayamkan di Masjid Mujahidin Mulia, dan dijadwalkan Senin (4/2/2019) dievakuasi ke kampung halamannya di Probolinggo melalui Jayapura dan Surabaya," kata AKBP Ari.
Mengenai situasi kamtibmas terkini, Ari menyebut secara keseluruhan di Kabupaten Puncak Jaya relatif aman. Namun, warga diminta selalu waspada khususnya di malam hari dan tidak mendatangi kawasan yang dianggap rawan kejahatan. (Antara)
Berita Terkait
-
Firasat Aneh Ibu Praka Nasrudin, Prajurit TNI yang Tewas Ditembak di Nduga
-
OPM: Kami Serang TNI di Lapter Nduga karena Bawa Alat Perang Canggih
-
Jenazah Prajurit TNI Korban Penembakan di Nduga Dievakuasi ke Jayapura
-
Ada Temuan Tanaman dan Bibit Ganja di Pegunungan Bintang Papua
-
Ditinggal Kabur Istri, Rumah Jadi Pelampisan, Marthen: Lebih Bagus Dibakar
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter