Suara.com - Sebanyak 1.200 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan jalannya perayaan Cap Go Meh atau Bogor Street Festival 2019 di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.
Kabag Orps Polresta Bogor, Kompol Fajar Hari Kuncoro mengatakan, untuk pengamanan Polresta akan menurunkan 350 anggota dan di back up dua kompi dari Polda Jabar, satu kompi dari Dalmas Polda Jabar juga satu kompi Brimob Polda Jabar, berikut satu unit tim Jibom dan satu unit tim Rangmatan.
"Jadi total dari personel Polresta Bogor Kota sendiri yang akan terlibat sekitar 750 personel," kata Fajar, kepada Suara.com Selasa (19/2/2019).
Tak hanya dari pihak kepolisian, pengamanan ini juga akan melibatkan personel TNI berbagai satuan yakni Kodim 0606 Kota Bogor, Yonif 315 Garuda, Korem 061/Suryakencana, Kopassus dan Denpom.
"Satpol PP Kota Bogor akan juga akan membantu keamanan dengan 80 personel," jelas Fajar.
Adapun titik-titik pengamanan yang dilakukan yaitu mulai dari pengaman luar menuju lokasi acara hingga sepanjang Jalan Suryakencana-Vihara Budhasena sebagai pusat perayaan dari perayaan Cap Go Meh.
"Pengamanan akan berjaga di dalam hingga ke luar titik acara Bogor Steet Festival," tegas Fajar.
Seperti diketahui, Perayaan Cap Go Meh atau Bogor Street Festival 20190 akan digelar di ruas Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Jawa Barat sore ini. Kegiatan akan dimeriahkan oleh puluhan peserta pawai budaya dari berbagai daerah se-Indonesia.
Berikut rincian rencana rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan Cap Go Meh 2019 di Kota Bogor.
Baca Juga: Asmara Abigail Ketagihan Main Film
1. Ruas Jalan Otista hingga putaran BTM dibuka (dua arah)
2. Putaran BTM ditutup dan kendaraan dari Empang menuju Jalan Otista atau Jalan Suryakencana diarahkan ke Jalan Ir. H. Djuanda.
3. Simpang Bogor Plaza atau Jalan Suryakancana ditutup total.
4. Pertigaan Jalan Roda Otista ditutup kecuali kendaraan bermotor penghuni.
5. Kendaraan dari Jalan Pahlawan atau Gang Aut menuju Suryakencana diarahkan ke Pasar Cumpok atau Lawang Seketeng.
6. Kendaraan dari Jalan Pahlawan atau Gang Aut menuju Warung Bandrek ditutup kecuali penghuni.
Berita Terkait
-
Katulampa Siaga III, Warga di Bantaran Ciliwung Diminta Waspada
-
Danrem Suryakencana: Granat yang Bunuh 2 Anak dari Sisa Latihan TNI
-
Ledakan Granat Bogor, Puslabfor Bareskrim Polri Olah TKP
-
Pemkot Bogor Janji Kasih Santunan ke Anak Korban Ledakan Granat
-
Sabu Oplosan di Bogor Lebih Berbahaya Dibanding yang Asli
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Korlantas Polri Antisipasi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua pada 29 Maret
-
Kakorlantas: 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta hingga Kamis Dini Hari
-
Viral Mobil Dinas Plat B Dipakai Mudik, Pemprov DKI: Bukan Milik Kami
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung