Suara.com - Polisi telah meringkus tiga orang dari lima pelaku pengeroyokan terhadap Briptu Agus Dalyono, ajudan Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya hingga babak belur. Saat terjadi pengeroyokan, salah satu pelaku pengeroyokan sempat merampas senjata milik Briptu Agus.
Tiga pelaku yang sudah ditangkap itu, yakni PY (25), YW (20) dan TW (25). Terkait kasus ini, polisi juga masih memburu dua pelaku lain berinisial PK dan MY yang masih buron.
"Tapi PK pelaku perampasan senjata api korban dan MY masih dikejar. Senjata korban sudah dikembalikan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi A. M. Kamal, Selasa (19/2/2019) kemarin.
Diketahui, Briptu Agus Dalyono dikeroyok lebih 20 orang di RSUD Wamena, saat hendak melihat kesehatan kepala kampung dari Lanny Jaya yang dikabarkan meninggal dunia. Setelah tiba di rumah sakit itu, Briptu Agus tiba-tiba diserang oleh warga saat sedang berada di ruangan laboratorium RSUD Wamena.
Para pelaku melakukan penganiayan dengan cara memukul dengan batu, menendang dengan kaki dan memukul dengan tangan. Bahkan, senjata laras pendek milik korban juga sempat dirampas saat dikeroyok. Dari aksi penganiayaan itu, Briptu Agus mengalami luka robek di bagian kepala.
Saat ini, kata Kamal, Briptu Agus Dalyono dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura untuk perawatan lebih lanjut. “Ajudan ini mengalami luka di bagian kepala dan harus menjalani perawatan intensif," katanya seperti dikutip Kabarpapua.co--jaringan Suara.com
Sedangkan tiga pelaku yang ditangkap dijerat Pasal 170 KUHP, terkait secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum, dengan ancaman hukuman penjara paling lama sembilan tahun penjara. Sumber: Kabarpapua.co
Berita Terkait
-
Gasak Uang Ponpes Rp 130 Juta, Siska Ternyata Berstatus Mahasiswi
-
Disiram Bensin Lalu Disekap, Jamal Sengaja Bakar Diri Bareng Istri dan Anak
-
Kualat, Begal Asal Lampung Dibekuk Saat Rampok Emas Nenek Sulis di Angkot
-
Beraksi 45 Kali, Aksi Petugas PLN Gadungan Berakhir di Rumah Nenek Eni
-
Viral Emak-emak Senam Pinggul di Sajadah, Polisi: Tak Ada Unsur Kesengajaan
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur