Suara.com - Bangunan kusam bercat putih itu masih berdiri tegak, meski zaman terus berganti. Bangunan yang tidak terlalu besar di Dusun Rantau Ikil Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo, Jambi, sepintas seperti bangunan kebanyakan.
Namun, siapa sangka bangunan tersebut menyimpan sisa sejarah yang jarang diketahui masyarakat kebanyakan. Dari rumah itulah, mesin cetak Oeang Republik Indonesia Provinsi Sumatra (ORIPS) dari masa revolusi tersimpan.
ORIPS sendiri menjadi salah satu mata uang resmi yang beredar di Pulau Sumatera. Kemunculan ORIPS sendiri dipicu karena keterbatasan peredaran Oeang Republik Indonesia (ORI). Kehadiran ORIPS diinisiasi Gubernur Sumatera Mr Teuku Muhammad Hasan pada 8 April 1947 melalui Maklumat Nomor 92/KO.
Bagi masyarakat Rantau Ikil, keberadaan bangunan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena dinilai ikut andil dalam sejarah Indonesia. Menurut penuturan Rio Dusun Rantau Ikil, Alkafi di dalam bangunan tersebut, terdapat mesin cetak ORIPS yang saat ini telah dipindahkan ke Museum Siginjai.
Mesin pencetak ORIPS tersebut kali pertama dirakit pada Januari 1949. Bentuk fisik mesinnya cukup menarik, meski beberapa komponen mesinnya tak lengkap lagi. Pada sisi mesin terdapat nomor registrasi Machonery 28 Coehraus Street Hongkong dan serangkaian abjad Cina.
Berdasarkan instruksi Menteri Keuangan PDRI Nomor 273/PDRI, ORIPS mulai difungsikan. Saat itu hanya mencetak uang Rp 10, Rp 25, Rp 50 dan Rp 100. Mesin ini telah mencetak uang sebesar Rp 42.750.000. Mesin ini ditemukan ditempat penyimpanan terakhir di Rantau Ikil.
Meski mesin pencetak uang sudah dipindahkan, namun rumah di Jujuhan tetap berusaha dijaga warga, walau sebenarnya membutuhkan renovasi. Pemerintah Dusun Rantau Ikil sendiri belum berani memugar bangunan, namun warga tetap merawatnya.
"PKK Dusun melakukan perawatan dengan menanam bunga di sekeliling bangunan dan tempat untuk duduk anak-anak. Hanya itu yang bisa kami lakukan," ujar Alkafi.
Namun begitu, Alkafi berharap pemerintah bisa menggelontorkan dana untuk melestarikan dan renovasi bangunan.
Baca Juga: Bukan Karena Harga, Ini Alasan Raditya Dika Tak Jadi Beli Mobil Mini Cooper
"Kita berharap bantuan dari pemerintah baik itu kabupaten, maupun provinsi untuk bisa menganggarkan dana untuk rehab berat bangunan tempat percetakan uang ORIPS. Kalau bisa dibangun monumen di sebagai bukti sejarah jujuran pernah cetak uang," ujar Alkafi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia
-
Hujan Deras Bikin 10 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang
-
Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Hujan Deras Genangi Jakarta Barat, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
-
Alasan Kesehatan, 5 Terdakwa Korupsi Pajak BPKD Aceh Barat Dialihkan Jadi Tahanan Kota
-
Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini