Suara.com - Afghanistan, negara yang tengah dilanda perang dan kesulitan, menjadi pendukung paling akhir buat Badan Pekerjaan dan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Meski dilanda kesulitan, negara itu tetap memberikan sumbangan satu juta dolar AS.
Siaran pers UNRWA menyatakan, Duta Besar Afghanistan untuk Turki Abdul Rahim Sayed Jan menyerahkan sumbangan negaranya kepada Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krahenbuhl selama upacara yang dituan-rumahi oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dengan dihadiri Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Malki di Instabul, Turki, pada Minggu (3/3/2019).
Saat menyampaikan terima kasihnya kepada Afghanistan, Komisaris Jenderal UNRWA menggambarkan sumbangannya sebagai "isyarat sangat besar mengenai kedaulatan besar" pada saat Afghanistan menghadapi banyak tantangan perang selama berabad-abad, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA yang dilansir Antara Jumat (8/3/2019).
"Keputusan Afghanistan untuk mendukung pengungsi Palestina akan ditulis dalam huruf-huruf emas dalam sejarah UNRWA," kata Krahenbuhl.
"Ini adalah pesan yang akan kami bawa ke seluruh dunia untuk memberi ilham kepada yang lain agar memberi dukungan kuat buat pengungsi Palestina. Ini adalah lambang yang belum dilupakan oleh dunia," ujar dia.
Duta besar Afghanistan untuk Turki tersebut kembali menyampaikan "posisi bersejarah negaranya buat Palestina", sehingga "keputusan untuk mendanai UNRWA menjadi sangat penting".
Sumbangan oleh Afghanistan itu membawa pesan komitmen kuat dan solidaritas dari satu negara yang rakyatnya telah lama menderita kesulitan dan perang. Itu berbarengan dengan pembentukan baru-baru ini Pembangunan Dana Waqaf bagi Pengungsi Palestina, yang disahkan di Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pekan lalu.
Dalam kesempatan itu, Komisaris Jenderal UNRWA bertemu dengan Salahuddin Rabbani --Menteri Luar Negeri Afghanistan-- dan menyampaikan terima kasihnya yang sepenuh hati untuk mendukung UNRWA.
Baca Juga: Nur Aisyah, Balita Indonesia Dibunuh dan Dimutilasi Suami Istri Malaysia
Tag
Berita Terkait
-
Bayi 40 Hari di Palestina Jadi Korban Serangan Brutal Tentara Israel
-
Serang Markas Keamanan, Milisi Taliban Tewaskan 8 Polisi Afghanistan
-
Serang Pemukiman, Tentara Israel Tahan Ulama dan Puluhan Warga Palestina
-
Serang Demonstran di Jalur Gaza, Polisi Israel Tembak 3 Warga Palestina
-
Remaja Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel di Gaza
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah