Suara.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengaku tak habis pikir dengan hasil beberapa lembaga survei yang selalu menempatkan PAN dengan elektabilitas satu persen dalam Pemilu 2019.
Ia menyayangkan hasil survei yang menurutnya tidak sesuai dengan realita. Zulkifli mengemukakan, partainya memiliki 73 daerah pemilihan dengan sebaran kader mencapai jutaan orang di seluruh Indonesia.
Zulhas pun menyebut, para lembaga survei telah melacurkan diri demi meraup pundi-pundi rupiah setiap perhelatan Pemilu.
"Mereka para ilmuwan, para pemilik survei itu harus kembali ke jalan yang benar. Mereka itu orang-orang kaya semua. Janganlah melacurkan diri. Masak kok PAN disurvei satu persen terus elektabilitasnya," kata Zulhas, dalam seminar 'Parpol: Diantara Pileg dan Pilpres', di Hotel Arkenso Semarang, Rabu (13/3/2019).
Dalam kesempatan yang sama, Zulkifli juga menyitir hasil survei lembaga survei PolMark Indonesia yang menempatkan elektabilitas PAN sebesar 5,9 persen.
"Kok masih ada yang sebut satu persen, realitasnya kita punya 73 dapil se Indonesia, ada jutaan kader dan simpatisan. PolMark menyurvei elektabilitas PAN di 73 dapil sebesar 5,9 persen," terangnya.
Meski begitu, ia mengaku tak terlalu mempersoalkan hasil survei satu persen elektabilitas tersebut. Karena menurutnya, pemilu bukan tujuan akhir bagi partainya.
"Pemilu sebagai ikhtiar bagi dunia dan akhirat. Bagi setiap warga tanpa terkecuali. Tujuan kita bangun Indonesia. Sesuai dengan tataran demokratis yang setara dan bermartabat. Mari kita tunaikan tujuan itu," terangnya.
Sementara itu, pembicara lainnya, Rocky Gerung menyatakan lembaga survei kebanyakan berada dalam lingkaran istana surveyor.
Baca Juga: Survei Konsepindo Sebut Prabowo - Sandiaga Unggul di Kalangan Terpelajar
"Mereka itu istana surveyor, tidak mau terbuka dengan realitas di lapangan, mereka malah takut dengan hasil survei Pollmark milik Pak Eep Syaefullah yang selalu terbuka, sebenarnya ini ada apa?," ucap Rocky.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
-
Sindir Moeldoko, Ketum PAN: Pemilu Itu Jurdil Bukan Perang Total
-
SMRC Sebut Tingkat Kepercayaan Publik Kepada KPU Masih Tinggi
-
Soal H Agus Salim, Rocky Gerung: Tuan Hasto! Mengapa Masih Dungu?
-
5 Hasil Survei Elektabilitas Jokowi - Maruf dan Prabowo - Sandiaga
-
Naik Ambulans Hadiri Acara, Said Didu: Ini Darurat, Kami Lagi yang Salah?
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri