Suara.com - Warga Jember juga diberitakan lari ke Malang karena takut kiamat. Mereka adalah warga Desa Umbulsari dan Gunungsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember.
Mereka eksodus ke Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadiin, di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jumlahnya ada puluhan orang.
“Ada warga saya yang ke Malang karena isu kiamat ini. Ada juga warga desa lain, tapi saya tidak tahu berapa,” kata Kepala Desa Umbulsari, Fauzi, Jumat (15/3/2019).
Mereka yang eksodus ini adalah murid Ustadz Dasir, salah satu santri Ponpes Miftahul Falahil Mubtadiin. Dia adalah warga Desa Wringin Telu, Kecamatan Puger, yang menjadi menantu salah satu tokoh agama di Umbulsari. Selama empat tahun, Ustadz Dasir merekrut masyarakat untuk mengaji.
“Mulanya biasa-biasa, tapi lama-lama kok tingkah pengikutnya tidak sama seperti masyarakat lain. Sebenarnya semakin bagus, ibadahnya semakin tekun. Tapi semakin sedikit bicara, karena dilarang mensyiarkan apa-apa sama kiainya,” kata Fauzi.
Lantas, sekitar satu tahun belakangan mulai muncul isu kiamat akan tiba.
"Isu muncul sekitar 5 bulanan. Tapi tidak seberapa saya hiraukan. Saudara saya juga ikut di situ. Dia sudah malas bekerja. Dia merasa harta tidak ada gunanya, karena sebentar lagi kiamat. Harta yang ada dijual untuk biaya hidup sehari-hari sambil menunggu kiamat,” kata Fauzi.
Fauzi juga mengaku sempat bertemu dengan salah satu kawan SMA bernama Misno, yang juga mengikuti ajaran itu.
"Pak, ajaran yang sampeyan ikuti itu sebetulnya seperti apa, kok saudara saya sekarang tidak mau bekerja karena sebentar lagi kiamat. (Misno) Bilang, 'Oh, ajarannya tidak begitu,'” katanya.
Baca Juga: Bantah Keluarkan Fatwa Kiamat, Pengasuh Ponpes Ini Sampaikan Klarifikasi
Fauzi meminta Misno menjelaskan ajaran dari Dasir. Namun, Misno tetap menolak. Alasannya dilarang sang kiai.
Beberapa hari belakangan, keluarga besar Fauzi pun heboh. Ini gara-gara sang saudara yang menjadi murid Dasir mendadak hendak menjual sawah untuk modal ke Malang.
“Seminggu lalu, dia pergi tanpa pesan. Dari Umbulsari ada 21 orang warga yang ke Malang, plus kiainya. Rata-rata mereka bawa uang hasil jual aset,” kata Fauzi.
Ternyata tidak semua pengikut yang berangkat. Pemerintah desa pun berhasil mengorek keterangan dari mereka.
“Mereka dikasih bambu yang diruncingkan, dan disuruh membayar mahar Rp 1,5 juta. Yang tidak bisa memberi mahar, disuruh bikin senjata sendiri, karena setelah bulan puasa katanya mau ada perang,” kata Fauzi.
Hal ini membuat resah warga.
Berita Terkait
-
Mencari Dalang Penyebar Isu Kiamat di Ponorogo
-
4 Cerita Baru Kiamat Ponorogo, Meteor Jatuh sampai Misteri Padepokan Musa
-
Isu Kiamat Sudah Dekat, Dari Pedang Senilai Rp 1 Juta Sampai Setor Gabah
-
Dituduh Sebar Isu Kiamat, Kiai Ramli: Kami Tunggu Meteor saat Ramadan
-
4 Fakta Mengejutkan di Balik Ramalan Kiamat Ponorogo, sampai Gagal Kawin
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
Terkini
-
Prabowo Undang Mantan Presiden dan Wapres ke Istana Malam Ini, Ada Apa?
-
Kisah Para Sopir Pejabat Iran dan Bagaimana Mossad Melacak Ayatollah Ali Khamenei
-
Tim Hukum: KPK Tak Punya Cukup Bukti Menetapkan Gus Yaqut sebagai Tersangka Korupsi Haji
-
Toleransi Nyepi dan Lebaran di Bali, Menag Atur Takbiran Terbatas
-
Deretan Senjata Mematikan Iran, Siap Ratakan Pangkalan AS dan Israel
-
THR ASN, TNI/Polri dan Pensiunan 2026 Cair Bertahap, Anggaran Rp55 T, Ini Rincian Serta Komponennya
-
Sebut KPK Gunakan Pasal 'Kedaluwarsa', Pengacara Gus Yaqut Minta Status Tersangka Dibatalkan!
-
Punya Belasan Bidang Tanah dan Rumah, Harta Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tembus Rp85 Miliar
-
Akal-akalan Penyamun di Jakbar: Jambret Nenek hingga Pingsan, Kabur Lalu Balik Lagi Jadi Penolong
-
143,9 Juta Pergerakan Diprediksi Saat Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Pecah Arus Mudik