Suara.com - Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno mempersiapkan program Rumah Siap Kerja, bagi generasi muda Indonesia. Program itu disiapkan untuk mengantisipasi ledakan bonus demografis usia produktif pada masa mendatang.
Tim Ahli Sandinomics, Alex Yahya Datuk menjelaskan Prabowo – Sandiaga siap membantu anak-anak muda di Indonesia menghadapi tantangan global dengan kemampuan yang mumpuni.
Namun, Alex enggan menyamakan Rumah Siap Kerja dengan Badan Latihan Kerja (BLK) yang sudah disediakan oleh pemerintah.
"Dalam Rumah Siap Kerja itu ada fungsi pertama itu konsultasi. Jadi si anak muda itu datang dan lalu berkonsultasi dengan konsultan yang profesional biasanya adalah pakar-pakar yang mungkin berlatarbelakang psikologi," kata Alex dalam acara 'Referendum Ekonomi Yang Aman, Adil Makmur untuk Rakyat Indonesia' di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).
Rumah Siap Kerja dijelaskan Alex memiliki konsep youth job center atau pusat lapangan kerja bagi anak muda yang sudab dijalankan di beberapa negara.
Di mana banyak dari anak-anak yang berasal dari lulusan SMA masih kebingungan memutuskan masa depannya.
Selain memberikan konsultasi, Rumah Siap Kerja juga menyediakan pelatihan bagi para anak-anak muda yang memutuskan untuk memilih jalur di luar akademis, semisal menjadi wirausahawan.
Namun, Alex menegaskan Rumah Siap Kerja tidak akan menjadi penyelenggara pelatihan, akan tetapi nantinya Rumah Siap Kerja akan bekerja sama dengan organisasi, institusi negara, bahkan perusahaan swasta.
"Nah di situ kan ada lembaga NGO mungkin yang bisa mendukung, institusi negara bisa juga, dan perusahaan,” ujarnya.
Baca Juga: Anies Mau Tambah Alat Pengubah Air Laut Jadi Air Bersih di Kepulauan Seribu
Kemudian Rumah Siap Kerja juga memudahkan anak-anak muda mendapatkan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan minatnya. Bekerja sama dengan banyak perusahaan, nantinya Rumah Siap Kerja menjadi jembatan antara pencari pekerjaan dengan pencari pegawai.
"Kita data dan kita link and match dengan market yang ada, bilamana sudah ada tersedia maka kita akan salurkan," ujarnya.
Apabila anak-anak muda itu belum mendapatkan pekerjaan yang pas, Rumah Siap Kerja juga tidak akan berdiam diri sampai situ.
Alex menjelaskan, kalau Rumah Siap Kerja tersebut akan memberikan kegiatan-kegiatan positif seperti olahraga atau beribadah. Dengan begitu, setidaknya anak-anak muda Indonesia memiliki mental yang bagus dengan akhlak yang baik.
"Ini adalah membangun manusia, ini adalah membangun bangsa kita untuk siap berkompetisi di era yang demikian kompetitif terutama ketika kita mengantisipasi bonus demografi 2030-2040," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sandiaga Ajak Warga Muhammadiyah Kembalikan Akal Sehat
-
Heboh Mobil Berpelat TNI Diduga Bawa Logistik Prabowo-Sandi, Ini Kata BPN
-
Cerita Prabowo Dituduh Zionis hingga Islam KTP
-
Bicara Kabinet, Prabowo - Sandiaga Colek Erwin Aksa dan Rizal Ramli
-
4 Curhat Prabowo di Depan Pengusaha, Guyon Minta Sumbangan sampai Diejek
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh
-
Dobrak Kemacetan Jakarta-Banten, Jalur MRT Bakal Tembus Sampai Balaraja
-
Pakar Soal Kasus Chromebook: Bukti Kejagung Bisa Gugurkan Dalih Niat Baik Nadiem Makarim
-
Benang yang Menjaga Hutan: Kisah Tenun Iban Sadap dari Jantung Kalimantan
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025
-
Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya
-
Kritik Kebijakan Pariwisata, Anggota Komisi VII DPR Ini Beri Menpar Widyanti Nilai 50 dari 100
-
OTT KPK di Jakarta Jaring Pejabat Bea Cukai