Suara.com - Partai Demokrat kini tengah dipusingkan dengan serangan siber. Yang terbaru, Whatsapp milik Juru Bicara Partai Demokrat, Imelda Sari dikloning oleh pihak tak bertanggung jawab.
Kabar tersebut disampaikan oleh politikus Demokrat, Andi Arief. Andi menceritakan, kalau Imelda sudah tidak bisa menggunakan akun Whatsapp-nya sejak semalam. Kemudian dini hari Imelda dikejutkan dengan banyaknya telefon dari para kerabat untuk menanyakan soal isi Whatsappnya.
“Setelah akun twitter Ferdinan, sekarang No WA jubir Demokrat Imelda Sari dikloning,” tulis Andi dalam akun Twitternya @AndiArief__ pada Rabu (3/4/2019).
“Menjelang tengah malam tadi, Imelda Sari tidak bisa akses WA-nya. Pukul 2 pagi ia terbangun karena telepon dari banyak orang yang tanya soal isi WA-nya,” cuitnya.
Setelah usaha kloning Whatsapp ketahuan, akun Telegram Imelda juga diketahui dicoba untuk dibajak si pelaku. Akan tetapi usaha tersebut gagal. Si pembajak diketahui berada di Singapura.
Andi kemudian menilai kalau pembajakan tersebut dilakukan oleh kubu lawan di Pilpres 2019 yang ingin menghalalkan segala cara demi memenangkan suara.
“Lalu ada upaya bajak akun Telegram tapi gagal, terdeteksi dari Singapura. Memang gila ini rezim. Halalkan segala cara. Kita memang butuh perubahan,” ujarnya.
Andi mengatakan bahwa Partai Demokrat paham dengan batas-batas bergerak di perpolitikan. Demokrat disebutkan Andi tidak menghalalkan segala cara apalagi harus meretas akun sosial media milik orang lain.
Andi juga meminta kepada Kominfo beserta Polri sebagai pihak berwenang untuk bertindak atas adanya upaya peretasan tersebut.
Baca Juga: Beredar Video Luhut Beri Amplop ke Kiai, BPN: Siapa Luhut Sebenarnya?
“Partai Demokrat tahu batas dalam siasat politik, kita tidak menghalalkan segala cara termasuk penyalahgunaan teknologi secara ilegal. Mohon Kominfo, Polri mengambil sikap yang cepat terhadap yg menimpa dua kader Partai Demokrat.,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Adik Prabowo Umbar Jatah Menteri Partai Pendukung, AHY: Lukai Hati Rakyat
-
Buntut Pengakuan AKP Sulman Aziz, Demokrat Desak Jokowi Tegur Kapolri
-
Demokrat Belum Dapat Kursi Menteri dari Prabowo, Hashim: Belum Definitif
-
Andi Arief: Saya Berharap Prabowo Bersikap soal Skandal Kapolres-Kapolsek
-
Pemecatan Pegawai DKP Sukabumi Akibat Pose 2 Jari Dianggap Janggal
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi