Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku senang melihat keceriaan yang ditunjukkan oleh Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pasca Pilpres 2019. Fahri menganggap kecerian tersebut sebagai petunjuk kalau Tuhan tidak pernah salah alamat.
"Alhamdulillah... Pak @prabowo dan om @sandiuno Santai aja, semua ada waktunya dan ... Tuhan tidak pernah salah alamat...," kata Fahri melalui akun Twitternya @Fahrihamzah pada Senin (29/4/2019).
Pernyataan itu disampaikan Fahri saat mengomentari sebuah video blog (vlog) yang diunggah oleh Sandiaga Uno melalui akun Instagramnya @sandiuno beberapa waktu lalu. Dalam video tersebut, Sandiaga tampak berbicara santai dengan Prabowo dan tak jarang keduanya mengeluarkan canda dan tawa.
Terkait pertemuan Prabowo - Sandiaga, Fahri berpesan kepada Prabowo dan Sandiaga tetap berada di jalannya, dan tidak masuk ke dalam bagian kecurangan.
"Yang penting jangan menjadi bagian dari kezaliman dan kecurangan...," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali terlihat ceria dan akrab pasca kalah hitung suara cepat atau quick count.
Mereka kompak memberikan semangat kepada seluruh relawan yang bertugas mengumpulkan form C1 pasca Pemilu 2019. Kekompakan mereka sekaligus membantah kalau hubungan keduanya retak, Prabowo dan Sandiaga malah menunjukkan kekompakannya.
Momen tersebut diabadikan dan diunggah melalui akun Instagram pribadi Sandiaga @sandiuno pada Minggu (28/4/2019). Prabowo dan Sandiaga tampak tengah duduk di suatu ruangan dan berbincang hangat.
"Saya sama pak Prabowo baru diskusikan perkembangan-perkembangan terakhir karena saya banyak bertemu dengan relawan, saya ingin berikan semangat kepada para relawan dan kita solid Insya Allah," ucap Sandiaga.
Baca Juga: Ratna Sarumpaet: Fahri Hamzah Akan Bersaksi untuk Saya
"Kita pastikan pemilu yang jujur adil dan berjuang untuk kebenaran," sambungnya.
Berita Terkait
-
Prabowo Dipecundangi Jokowi dari Hasil Penghitungan Suara di Trenggalek
-
Bawaslu RI Sebut Kecurangan di Pemilu 2019 Bersifat Kasuistik
-
Karangan Bunga Unik Untuk Jokowi di Istana dari WNI Mancanegara
-
Klaim Dukung Prabowo Sebatas Pilpres, PAN: Kami Terbiasa di Pemerintahan
-
Jawab Pernyataan Mahfud MD, BPN Ungkap Alasan Orang Minang Tak Pilih Jokowi
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Banding Ditolak, Eks Sekretaris MA Nurhadi Tetap Mendekam 5 Tahun Penjara
-
Manfaat Baru untuk Kurir SPX Express, dari Umrah hingga Beasiswa S1 untuk Anak
-
Kondisi Sudah Darurat, Sejumlah Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
-
Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya dari Rakaat 1 sampai 2 Lengkap
-
Integrasi Transportasi Jabodetabek Dinilai Kunci Kurangi Emisi dan Perkuat Mobilitas Komuter
-
Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T
-
Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel
-
Muncul Usul Jabatan DPR Cukup 2 Periode: Jangan Ada 'Kursi Abadi' di Senayan
-
IESR Sebut Solusi Energi Prabowo Berisiko Tambah Beban Fiskal: Sawit Mahal!
-
Dua KA Mogok Bersamaan di Pasar Senen, Penumpang Serayu Tertahan 4 Jam