Suara.com - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menepis anggapan Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW) yang menyebut Pemilu 2019 adalah Pemilu terburuk di Indonesia.
Berbeda dengan BW, Dedek justru menilai bahwa pasang calon nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga Uno sebagai peserta Pemilu terburuk sepanjang sejarah. Hal itu dikatakan Dedek lewat akun Twitter pribadinya @Uki23.
"Bukan Pak. Bukan Pemilu 2019 yang terburuk yang terburuk tapi Prabowo - Sandi lah peserta Pemilu terburuk sepanjang sejarah." kicau Dedek lewat akun Twitter @Uki23 seperti dikutip suara.com pada Minggu (26/5/2019).
Lebih lanjut, Dedek bahkan mengaku siap memperdebatkan pernyataan itu. Dedek mengatakan siap berdebat dengan siapapun secara ilmiah.
"Saya siap memperdebatkan soal ini dengan siapapun, secara ilmiah. Ketika saya katakan Paslon anda adalah yang terburuk, tentu saya menggunakan perspektif 'superlative'," ujarnya.
Sebelumnya, BW menyebut Pemilu 2019 sebagai Pemilu terburuk. Hal itu dikatakan BW saat mengajukan permohonan sengketa hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Inilah Pemilu terburuk di Indonesia selama Indonesia pernah berdiri," kaya BW saat jumpa pers di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (24/5) lalu.
Berita Terkait
-
Pemilu 2019 Paling Buruk, Bambang Widjojanto Dituding Palsukan Sejarah
-
Bambang Widjojanto Buka-bukaan, 3 Alasan Prabowo - Sandiaga Gugat ke MK
-
Bambang Widjojanto Merasa Dihambat Menuju MK, Polisi: Hanya Perasaan Beliau
-
Pengusaha Mengeluh, Pemilu Tahun Ini Nasi Bungkus Isinya Bukan Daging
-
Prabowo Gugat Pilpres 2019, Jalan Sukses atau Gagal Berulang?
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
KontraS Kritik Hakim Pengadilan Militer yang Ancam Pidanakan Saksi Korban Andrie Yunus
-
RSUD Sleman Rawat Tiga Bayi Kasus Pakem, Perlakuan Selama di Penitipan Jadi Sorotan
-
Garuda Yaksa FC Lolos ke Liga 1, DPR Sebut Prestasi Diraih Murni dari Lapangan
-
Pesawat Turkish Airlines Terbakar Saat Mendarat di Nepal, 277 Penumpang Dievakuasi
-
Kericuhan Suporter Berulang, DPR Desak Menpora Evaluasi Total Pengurus PSSI
-
Gerebek Gudang Kemandoran! Polisi Sita 1.496 Motor Ilegal Siap Ekspor, Terkuak Modus Pakai KTP Orang
-
Peluncuran Panduan Antikorupsi, Wamendagri Wiyagus: Momentum Perkuat Reformasi Hukum dan Birokrasi
-
Potong Ucapan Nadiem dalam Sidang, Jaksa: Jangan Mudah Bawa Nama Presiden
-
DPR Minta Pemerintah Tak Tunggu Lonjakan Kasus Hantavirus Baru Bertindak
-
Bongkar Love Scamming di Rutan Kotabumi Lampung, Menteri Agus: Kalau Pegawai Terlibat, Proses!