Suara.com - Kekalahan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 menyisakan kekecewaan mendalam di hati para pendukung. Terlebih dengan pertemuan antara Prabowo dan Jokowi beberapa waktu lalu menambah duka bagi para pendukungnya.
Ketua Persaudaraan (PA) 212 Slamet Maarif meminta agar para pendukung tidak terlalu berlarut-larut dalam kesedihan. Secara terang-terangan, Slamet Maarif mengibaratkan Prabowo sebagai kendaraan yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi, cukup ditinggalkan saja dan tidak perlu dipakai lagi.
Itulah salah satu berita yang ramai menjadi perbincangan publik. Suara.com merangkum 5 berita terpopuler lainnya sepanjang Senin (15/7/2019).
1. Prabowo-Sandi Jadi Alat Kendaraan PA 212
PA 212 selama ini memberikan dukungan penuh terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bukan tanpa alasan. Slamet Maarif menyebut, Prabowo dan Sandiaga adalah alat perjuangan PA 212.
Slamet Maarif meminta agar para alumni PA 212 berhenti memberikan dukungan terhadap Prabowo - Sandi dan mencari kendaraan lainnya yang baru untuk ditunggangi.
"Kalau alatnya sudah macet, kalau kendaraannya sudah rusak ya jangan dipaksain. Kalau kendaraannya sudah mogok ya jangan dipaksain kita naik, turun bareng-bareng cari kendaraan lain," ungkap Slamet Maarif.
Simak berita selengkapnya di sini.
2. Kakek Berbaju Pink Alihkan Perhatian Prabowo
Seorang kakek berbaju pink mencuri perhatian Prabowo Subianto. Di tengah makan siang bersama Jokowi, Prabowo sampai rela meninggalkan Jokowi di meja makan demi bertemu dengan sosok kakek berbaju pink itu.
Kakek berkaos merah muda itu langsung disambut Prabowo ketika hendak menuju meja makannya dengan Jokowi.
Baca Juga: Puji Jokowi, Amien Rais: Yang Lucu Itu Tak Ditawari, Tapi Minta-minta
Setelah memberi gestur hormat, Prabowo menyalami si kakek. Mereka pun berbincang sesaat, lalu menghampiri Jokowi.
Belakangan diketahu, kakek berbaju pink itu adalah Panda Nababan. Siapa sebenarnya sosok Panda Nababan?
Simak berita selengkapnya di sini.
3. Pendukung Batal Geruduk Rumah Prabowo
Sejumlah massa yang tergabung dalam Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen (JPPK) Prabowo - Sandiaga batal menggeruduk kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Pasalnya, mereka tak mengantongi izin dari pihak kepolisian.
Dalam aksi unjuk rasa itu, salah satu tuntutan yang akan mereka sampaikan ke Prabowo yakni terkait isi surat wasiat kepada rakyat yang pernah ditulisnya sebelum ditetapkannya Jokowi - Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih Pilpres 2019.
Simak berita selengkapnya di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
YLBHI Nilai RUU Penanggulangan Disinformasi Ancaman Serius Demokrasi dan Kebebasan Berekspresi
-
Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln
-
Haru Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar, Tangis Pecah Kenang Janji pada Sang Ayah
-
Saksi Bantah Acara Golf di Thailand Bicarakan Penyewaan Penyewaan Kapal
-
KPAI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Sipil Anak, Akta Kelahiran Masih Minim di Daerah Tertinggal
-
Prabowo Gelar Rapat Tertutup, Bahas Tambang Mineral Kritis Hingga Mobnas
-
Air Mata dan Pelukan Ibu Warnai Momen Kebebasan Laras Faizati di Rutan Pondok Bambu
-
AS Dilaporkan Siapkan Serangan Kilat ke Iran, Sikap Trump Tentukan Perang Dunia?
-
Dituding Rugikan Negara Rp2,9 Triliun, Kerry Riza: Itu Adalah Pembayaran atas Tagihan Saya
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas