Suara.com - Presiden AS Donald Trump, Selasa, mengumumkan terpilihnya Boris Johnson sebagai pemimpin baru Partai Konservatif sekaligus Perdana Menteri Inggris mendatang, sebuah sinyal kemungkinan hubungan yang lebih hangat antar dua sekutu tersebut.
"Selamat kepada Boris Johnson yang telah menjadi Perdana Menteri Inggris yang baru. Dia akan menjadi orang yang hebat!" cuit Trump di Twitter sesaat setelah Johnson terpilih.
Hubungan Trump dan Perdana Menteri Theresa May merengang kendati telah dijamu selama kunjungan kenegaraan. Pada Juli ini hubungan keduanya semakin memanas setelah bocornya memo rahasia duta besar Inggris untuk Washington yang mengarah kepada Trump. Utusan itu pun akhirnya mengundurkan diri.
Johnson merupakan kandidat kuat untuk memenangkan pemilihan Partai Konservatif pada Selasa meskipun kehidupan pribadinya berantakan. Johnson akan menggantikan May, yang mundur lantaran gagal menyampaikan rencana Brexit-nya untuk meninggalkan Uni Eropa.
Boris Johnson pada Selasa dipilih sebagai Perdana Menteri Inggris dan sebagai pemimpin partai Konservatif, setelah mengalahkan pesaing utamanya Jeremy Hunt.
Johnson meraih 92.153 suara dari anggota Partai Tory, dan mengalahkan Hunt --yang mengantongi 46.656 suara. Johnson dipandang banyak pihak akan menang.
Mantan menteri luar negeri yang kontroversial tersebut telah menghadapi sejumlah pesaing, termasuk Menteri Dalam Negeri Sajid Javid, Menteri Lingkungan Hidup Michael Gove, mantan Menteri Negara bagi Pekerjaan dan Pensiun Esther Mcvey, dan mantan pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat Andrea Leadsome sebelum dipilih menjadi Perdana Menteri.
Anggota partai Tory, yang berjumlah 160.000, memberi suara buat perdana menteri baru pada Senin, puncak dari persaingan tujuh-pekan antara Johnson dan Hunt. (Antara)
Baca Juga: Resmi, Boris Johnson Terpilih Jadi Perdana Menteri Baru Inggris
Berita Terkait
-
Resmi, Boris Johnson Terpilih Jadi Perdana Menteri Baru Inggris
-
Lebih Dekat Dengan Ilhan Omar, Politisi Berhijab yang Dikecam Donald Trump
-
AS-Jepang Kembali Jajaki Kerjasama Sektor Pertanian dan Otomotif
-
China Tak Terima Disebut Pelemahan Ekonominya Karena Ulah Donald Trump
-
Trump Akui Karena Ulahnya, Ekonomi China Alami Perlambatan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?