Suara.com - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyoroti pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa, salah satunya wilayah Jabodetabek.
Menurut Ferdinand Hutahaean, semestinya pemadaman listrik diikuti dengan mundurnya 4 sosok ini: Rini Soemarno, Ignasius Jonan, Arcandra Tahar dan Sripeni Inten Cahyani.
Diketahui, Rini Soemarno merupakan Menteri BUMN, Ignasius Jonan adalah Menteri ESDM, Arcandra Tahar menjabat Wakil Menteri ESDM dan Sripeni merupakan Plt Direktur Utama PLN.
"Padamnya listrik tadi malam di Jawa harusnya diikuti pengunduran diri Rini Soemarno, Ignasius Djonan, Arcandra Tahar dan Sripeni," cuit Ferdinand melalui akun Twitter @FerdinandHaean2, Senin (5/8/2019).
Kendati byarpet yang terjadi sejak Minggu 4 Agustus 2019 itu merupakan musibah, menurut Ferdinand, hal ini tidak bisa ditoleransi sedikit pun.
"Meski padamnya listrik tersebut adalah musibah dan tidak diinginkan, tapi ini tidak bisa ditoleransi sedikitpun," kicau Ferdinand Hutahaean.
Dalam kicauan sebelumnya, Ferdinand Hutahaean meyakini bahwa PLN tidak ingin pembangkitnya bermasalah.
"Apalagi Suralaya yang menjadi tulang punggung sistem kelistrikan Jawa. Tapi padamnya Suralaya tadi malam tidak seharusnya mengakibatkan gangguan separah itu bila sistem interkoneksi Jawa siap. Jawa ini kelebihan daya sangat besar," cuitnya.
Baca Juga: Listrik Mati, Pengusaha Laundry Keluhkan Cucian Tak Kering
Berita Terkait
-
Jadwal Pemadaman Listrik Bergilir di Jakarta dan Tangerang Hari Ini
-
Mati Lampu Massal, Presiden Jokowi Marah di PLN
-
PLN Ganti Rugi Korban Mati Lampu, Potongan Tagihan sampai Gratis
-
7 Dampak Mati Listrik: Ikan Koi Mati Sampai Setrika Pakai Panci
-
Jakarta Blackout, Priyo Budi Santoso: Hari Planga Plongo Nasional!
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang