Suara.com - Sebagian warga Jambi tengah digemparkan dengan peristiwa memilukan yang dialami dua orang gadis belia di daerah itu. Karena masih di bawah umur, identitas mereka disamarkan, dan sebut saja dengan nama Bunga (16) dan Melati (14). Keduanya menjadi korban cabul oleh 15 remaja di daerah itu.
Bunga dan Melati adalah warga Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi. Namun lokasi pencabulan berada di sebuah perkebunan karet di Desa Sarang Burung, Kecamatan Jaluko, Muaro Jambi.
Dikutip dari laman Jambiseru.com (jaringan Suara.com), peristiwa memilukan itu bermula saat saat Bunga dan Melati dijemput oleh dua pemuda berinisial AB dan BD di rumah Bunga pada Minggu 24 Juli 2019 malam.
Selanjutnya, Bunga langsung di bawa ke rumah BD di Desa Sarang Burung. Karena Bunga takut sendirian di ajak BD, Bunga lantas meminta Melati untuk menemaninya.
Setelah itu, mereka langsung pergi ke lokasi yang dituju dengan mengendarai sepeda motor. Ternyata, Bunga dan Melati bukannya dibawa ke rumah BD, namun mereka diajak ke tempat tongkrongan AB dan BD dengan situasi sepi dan gelap. Bahkan, di sana teman AB dan BD telah ramai menunggu kehadiran mereka. Merasa tak nyaman, Bunga dan Melati pun meminta untuk diantarkan pulang.
Berdalih untuk mengantarkan pulang, saat di perjalanan yang sepi dan gelap, Bunga dan Melati dipaksakan untuk turun, lalu AB dan BD langsung dibawa ke semak-semak perkebunan karet dan mereka dipaksa untuk melayani nafsu AB dan BD.
Tak hanya itu, Bunga dan Melati pun juga diancam akan dibunuh dengan pisau. Karena takut, Bunga dan Melati hanya bisa pasrah disetubuhi pelaku. Bahkan, Bunga dan Melati digilir oleh 15 orang.
Bunga dan Melati dicabuli di tempat yang berbeda, Bunga dicabuli oleh 6 orang di dalam pondok. Sementara Melati digilir oleh 9 orang pemuda di semak-semak. Setelah puas melampiaskan nafsunya, Bunga dan Melati baru diantarkan pulang ke rumahnya.
Setibanya di rumah, Bunga dan Melati hanya bisa menangis. Mengetahui kejadian itu, orang tua korban sontak tak terima, dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada arapat berwenang.
Baca Juga: Dicabuli Sepupu Saat Syukuran, Gadis Belia di Jambi Kini Hamil 7 Bulan
Mendapat laporan itu, anggota Kepolisian Resor Muaro Jambi berhasil menangkap tiga pelaku dari 15 pemuda tersebut.
Sampai saat ini proses hukum kasus tersebut terus berjalan dan diselidiki oleh aparat hukum setempat.
“Iya tiga pelaku sudah ditangkap. Permintaan perpanjangan penahanan sudah diajukan oleh Polres Muaro Jambi,” kata Kasi Pidum Kejari Muaro Jambi, Bambang Harmoko.
Berita Terkait
-
Dicabuli Sepupu Saat Syukuran, Gadis Belia di Jambi Kini Hamil 7 Bulan
-
Bukannya Salat Jumat, IH Malah Cabuli Anak Tetangganya di Dalam Angkot
-
Saat Warga Jumatan, Sopir Angkot Cabuli Bocah 9 Tahun di Pinggir Jalan
-
111 Napi di Jambi Bebas di Hari Kemerdekaan
-
Gagal Move On, Jadi Alasan Pelaku Cabuli 2 Bocah Kakak Beradik di Cilacap
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional