Suara.com - Berawal Kagumi Baterai, Mobil Listrik Moeldoko Siap Mengaspal di Indonesia.
Cukup unik sisi lain dari seorang Moeldoko, pensiunan Jenderal itu rupanya menggandrungi dunia teknokrat. Jauh dari keahlian utama dia sebagai pakar militer sesuai jabatan terakhirnya Panglima TNI.
Semua berawal saat Moeldoko menjabat Wakil Gubernur Lemhanas pada 2011 silam, dia kagum akan fungsi benda bernama baterai. Berapapun ukuran bentuknya memiliki energi yang bisa menggerakan mesin yang menjadi sumber energinya.
Dia memiliki pikiran bahwa suatu saat baterai itu adalah masa depan dan sebaliknya masa depan itu ada pada baterai. Terkini, impian itu dia torehkan menciptakan mobil listrik dengan brand Mobil Anak Bangsa (MAB).
"Berawal dari waktu saya menjadi Wakil Gubernur Lemhanas, saya punya pandangan bahwa baterai adalah masa depan dan masa depan adalah baterai," katanya, saat menyambangi pabrik Karoseri Mobil Anak Bangsa di Demak, Jawa Tengah, Kamis (12/9/2019).
Pemikirannya terbukti, usai purna dari Panglima TNI di 2015, kesempatan mewujudkan baterai sebagai masa depan dia realisasikan. Berawal saat bertandang ke sebuah pabrik baterai di Shanghai Cina, mimpi untuk membuat mobil listrik milik anak bangsa semakin tinggi.
"Mobil Anak Bangsa hadir karena ingin memberi manfaat bagi lingkungan, maka produk awalnya adalah untuk passenger mobile, untuk kita wujudkan jadi bus. Jadi untuk penumpang umum dulu," katanya.
Tempat perakitan dan produksinya ada di sebuah pabrik Karoseri di Jalan Raya Demak - Kudus Km 5, Demak, Jawa Tengah. Dia mengakuisi sebuah perusahaan karoseri yang dulu bernama Karoseri Nusantara Gemilang. Sudah satu tahun pengerjaan proyek bus listrik dia kerjakan di situ.
Moeldoko yang sekaligus owner dan founder MAB menerangkan, saat ini sudah banyak pemesanan bus listriknya untuk berbagai instansi dan perusahaan.
Baca Juga: Alasan Masih Sedikit, Polisi Bebaskan Mobil Listrik dari Ganjil Genap
"Sudah ada kebutuhan permintaan dari PPD di 2020 kebutuhan mobil listrik 130 bus, dari air port minta, Garuda juga minta, Mitsui juga minta," katanya.
Pada November 2019 ini, dia menyebut sudah bisa memproduksi sekitar 30 unit bus listrik yang siap mengaspal. Spesifikasi bus MAB memiliki panjang 12 meter, dengan sistem motor penggerak baterai dengan kapasitas baterai 250 KVA, mampu menempuh perjalanan 250 hingga 300 KM dalam sekali pengisian baterai.
"Sekali charging 2,5 jam, menempuh 250 sampai 300 KM, di tengah perjalanan jika di-charging 1 jam bisa menambah jarak tempuh 125 kilometeran. Jadi cukup cepat pengisiannya," jelasnya.
Untuk saat ini dia sudah memiliki tiga bus listrik sebagai prototipe yang sudah mendapat izin dari Kemenhub, Kemendag, dan Kemenperin. Tiga bus tersebut sudah dijajal berulang kali dan tidak menemukan kendala sama sekali.
Dia juga menjamin bahwa bus listrik MAB berbeda dengan produk sejenisnya yang lebih dulu ada, dimana semua sudah pada tenggelam dan tak ada kabar sampai saat ini perkembangannya.
"Kami mengawali sebagai brand baru yang kami miliki, tapi kami membangun indsutri ini tidak comot sana comot sini, tidak, tapi memang saya mengikuti selayaknya industri ini berjalan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Panen Raya di Kampung Rambutan: Omzet Pedagang Melonjak 8 Kali Lipat Saat Mudik Lebaran!
-
Israel Larang Warga Palestina Shalat Id di Masjid Al-Aqsa
-
Kirim THR ke Keluarga Jadi Lebih Mudah dengan Fitur Grup Transfer di wondr by BNI
-
Soal Perbedaan 1 Syawal 1447 H, MUI Sebut Penetapan Idulfitri Adalah Kewenangan Pemerintah
-
Bukan Hanya Pepohonan, Tanah Hutan Tua Ternyata Penyimpan Karbon Terbesar di Bumi
-
H-1 Lebaran: Arus One Way Tol Cipali Terpantau Lengang, Volume Kendaraan Turun Drastis 68 Persen
-
Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M
-
Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id
-
Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok
-
Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?