(link berita berjudul: “Saksi: perusakan dan pembakaran bangunan di Wamena karena terprovokasi.”)
Twit keempat 14.00 WIB atau 16.00 WIT
Berita tentang apa yang terjadi di Jayapura (kampus Uncen dan taman budaya Expo Waena) sedang disusun, tapi tidak mudah mengumpulkan informasi karena akses peliputan untuk jurnalis juga tidak bebas.
(link berita berjudul: “Polisi halangi tiga wartawan meliput pembukaan pos eksodus mahasiswa di Uncen”)
Twit kelima 14.24 WIB atau 16.24 WIT
Ini berita tentang peristiwa di Jayapura hari ini. Kepala Dinas Kesehatan Papua mengonfirmasi ada 4 korban tewas (3 mahasiswa/orang Papua dan 1 TNI) setelah mahasiswa dilarang mendirikan posko di lingkungan kampus Universitas Cendrawasih.
(link berita berjudul: “Empat korban meninggal pasca pembubaran mahasiswa di Uncen”)
Penjelasan
1. Untuk bisa melihat informasi apa saja yang dilihat timeline Dandhy di twitter pada hari dan jam-jam itu, maka metode yang bisa digunakan adalah melihat “Tweets & replies” yang ada di akun @Dandhy_Laksono. Kurang lebih itulah yang menggambarkan informasi apa yang menarik perhatiannya, dikomentari, dan dibagikan ulang terkait peristiwa di Papua.
Baca Juga: CEK FAKTA: Heboh Kemenag akan Hapus Materi Perang Uhud dan Badar, Benarkah?
Cara lain adalah dengan melihat apa yang di “Likes” –nya, juga terkait peristiwa di Papua.
a. Retweet pertama Dandhy pada 23 September 2019 adalah posting dari akun @AprilaWayar pada jam 8.45 WIB. https://twitter.com/AprilaWayar/status/1175949397114281984
“Jayapura & Wamena Siaga 1. Internet diblokir lagi?”
(link berita: “Pemblokiran Internet Tak Mampu Menghalangi Isu Papua Mendunia”)
Ini adalah fakta pertama, bahwa ada peristiwa di Jayapura dan Wamena yang sudah muncul di media sosial, 5 jam sebelum twit pertama Dandhy tentang Jayapura dan Wamena.
Peristiwanya sendiri belum jelas jika dilihat dari urutan informasi yang muncul dan menjadi perhatian Dandhy di linimasa Twitter-nya.
2. Retweet kedua dari akun @VeronicaKoman pada pukul 9.25 WIB atau 11.25 WIT. https://twitter.com/VeronicaKoman/status/1175959237291151360
23/9/19 Wamena, West Papua
Hundreds of West Papuan high school (some junior high school) students shouting:
“Papua! Freedom!
(video ratusan/ribuan pelajar berpakaian putih abu-abu)
Inilah retweet kedua Dandhy yang mengandung kata “Wamena”, 4 jam sebelum unggahannya sendiri.
3. Pada pukul 10.20 WIB, atau satu jam kemudian, ia meretweet lagi akun @Joko85234663 yang memosting video kota Wamena yang telah terbakar di mana-mana dengan caption atau keterangan:
“Wamena memanas”.
https://twitter.com/Joko85234663/status/1175973099185016832
Akun ini sebenarnya mengomentari (“Quote Tweet”) posting Dandhy tentang informasi kota-kota di seluruh Indonesia yang pada hari itu menggelar unjuk rasa beserta aspirasinya.
Maka konfirmasi bahwa beberapa bangunan di kota Wamena telah terbakar setidaknya SUDAH TERJADI 3 jam sebelum Dandhy mengunggah informasi apapun oleh dirinya sendiri.
Kronologi selanjutnya berupa retweet dari Dandhy yang masih soal insiden kerusuhan baik di Jayapura maupun Waena. Di mana setelah 10 retweet dan quote tweet yang dilakukan Dandhy terhadap peristiwa di Jayapura dan Wamena selama 5 Jam terakhir, barulah ia memposting unggahan yang dipersoalkan polisi dan disebut sebagai bentuk 'provokasi' atas kerusuhan di Wamena.
Padahal, dari struktur Twit Dandhy itu, ia justru beritikad untuk mestruktur informasi atau berusaha merangkum secara sederhana dan sitematis apa yang dalam lima jam terakhir menarik perhatiannya di linimasa Twitter. Ia juga menyertakan sejumlah link berita sebagai rujukan kepada publik untuk memeriksa setiap informasi.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Heboh Kemenag akan Hapus Materi Perang Uhud dan Badar, Benarkah?
-
Kecam Kriminalisasi Jurnalis, AJI: Demokrasi Indonesia Terancam
-
Aksi Jalan Mundur Desak Polisi Hentikan Kasus Dandhy Laksono
-
Dandhy Laksono Jadi Tersangka, AJI Jakarta Gelar Aksi Jalan Mundur di HI
-
Sindir Polisi Soal Kartu Pers Kecil, AJI Surabaya: Kalau Gede, Spanduk
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas
-
Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras
-
Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik
-
Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!
-
Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY
-
BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara
-
Identitas Masih Rahasia! Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan Ahli di Praperadilan Ijazah Palsu Jokowi
-
STA Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Mensos: Pahlawan Tak Harus Angkat Senjata
-
Korupsi Haji Meluas! Dito Ariotedjo Diperiksa Terkait Sprindik Baru Tersangka Pihak Swasta
-
Tangerang Kota Paling Rawan! Ini Peta Wilayah Kriminalitas di Jabodetabek Sepanjang 2026