Meski sudah diam, Arteria Dahlan pun menyinggung suporter yang menyorakinya, "Wah suporternya, suporter apa ini."
Emil Salim pun melanjutkan omongan, namun lagi-lagi dipotong Arteria Dahlan. Tapi kali ini, Emil Salim marah. Dia membentak Arteria sambil memukul meja. Dia meminta Arteria mendengarkan.
"Yang menjadi persoalan adalah bahwa dalam demokrasi kita ada laporan, ada buku yang namanya demo... (dipotong lagi Arteria).. dengar dulu!!" ujar Emil Salim.
Emil Salim pun melanjutkan, "Democracy for sale dan seluruh penangkapan oleh KPK adalah para politisi yang dipilih (rakyat). Jadi persoalannya adalah pemilihan kita yang kita jalankan belum tentu kredibel. Itu yang menjadi persoalan, jadi bung bangga, "saya dipilih", tapi apa betul dipilihnya secara betul?"
Menanggapi pertanyaan Emil Salim terkait kredibilitas pemilihannya, Arteria Dahlan pun mengamini. Dia menjawab singkat, "Iya."
Di momen inilah, Emil Salim mensekakmat Arteria Dahlan. Dia menanyakan berapa ongkos yang dikeluarkan Arteria untuk melenggang ke Senayan dan dari mana asal uang tersebut.
"Berapa ongkos yang bung keluarkan? Dari mana bung dapat uangnya?" ujar Emil Salim kepada Arteria.
Pertanyaan Emil Salim ini menuai sorakan dan tepuk tangan penonton di studio. Mereka riuh. Berbeda dengan Arteria. Dia emosi sambil berdiri dari tempat duduknya sambil menunjuk-nunjuk Emil Salim.
Baca Juga: Tolak Referendum Pemindahan Ibu Kota, Emil Salim: Malah Jadi Politik
Berita Terkait
-
Dapat Undangan Terbuka Mata Najwa, Ketua DPR RI Kunci Akun Instagram
-
Bikin Bergetar, Pesan Habibie yang Tak Takut Mati Karena Ainun
-
DPR: Revisi UU KPK Keinginan dari KPK, Kami Hanya Support
-
Soal Pemindahan Ibu Kota, Emil Salim: Pak Jokowi, Please, Ada Opsi Lain?
-
Kangen Berat, DPP FPI Menangis Minta Pemerintah Tak Zalimi Habib Rizieq
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus
-
Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat