Suara.com - Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menilai wajar, jika pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak Ustaz Abdul Somad (UAS) untuk bertausiyah di ruang lingkup kerja. Apalagi, jika alasan penolakan tersebut lantaran UAS dinilai sebagai sosok yang kontroversial.
Bonar mengatakan lembaga antirasuah tersebut, kekinian dalam posisi yang sulit setelah diterpa beragam isu miring. Sehingga, Bonar menganggap penolakan UAS untuk bertausiyah lantaran dianggap sebagai sosok kontroversial itu merupakan hal yang wajar.
"Ya kalau itu alasannya KPK ya bisa-bisa saja. Memang KPK dalam posisi yang sulit begini ya keinginannya supaya kontroversi itu mereda," kata Bonar saat ditemui di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019).
Kendati begitu, Bonar menilai hal itu bukan berarti UAS ke depannya tidak boleh mengisi tausiyah di lingkungan KPK. Melainkan, penolakan yang dilakukan semata-mata hanya untuk meredam situasi yang ada kekinian.
"Jadi ya bukan berarti dikemudian hari UAS tidak boleh ceramah di KPK kan gitu. Tapi untuk meredakan situasi ya nggak apa-apa juga gitu," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menegaskan, Ustaz Abdul Somad yang berkhotbah di hadapan pegawai KPK pada Selasa (19/11/2019), bukan atas undangan resmi lembaga antirasuah tersebut. Agus mengatakan UAS diundang beberapa staf KPK.
"Kalau Ustaz Somad sama sekali bukan lembaga. Jadi ada beberapa staf yang pada waktu itu kajian Zuhur mengundang Ustaz Somad," kata Agus seusai mendaftarkan uji materi UU KPK ke Mahkamah Agung, Rabu (20/11/2019) lalu.
Agus pun menegaskan, jika pimpinan KPK telah mencegah kehadiran UAS ke KPK. Bukan karena ceramah, tapi karena Somad adalah sosok kontroversial.
"Sebetulnya pimpinan sudah mencegah. Bukan mencegah kapasitas UAS, tapi kan di beberapa waktu lalu pernah ada kontroversi ya mengenai dia. Kami mengharapkan kalau yang khotbah di KPK itu orang yang inklusif, orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kami semuanya begitu," ujarnya.
Baca Juga: Klarifikasi UAS soal Catur Haram: La Ilaha Illallah, Itu Kan Ceritanya 2017
Berita Terkait
-
Penanggulangan Radikalisme Tak Semata Larangan Cadar dan Celana Cingkrang
-
Reuni Akbar 212, Setara Institute: Tidak Membantu Kebhinekaan di Indonesia
-
Klarifikasi UAS soal Catur Haram: La Ilaha Illallah, Itu Kan Ceritanya 2017
-
Soal Tausiah UAS di KPK, Asrul Sani: Harusnya Tak Jadi Persoalan
-
Haramkan Dadu dan Catur, Ustaz Abdul Somad Beri Penjelasan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru
-
Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk
-
Fakta Sarang Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Kelola 75 Situs Haram!
-
Aksi Bersih Pantai di Kepulauan Seribu Berhasil Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Plastik
-
Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN
-
Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali
-
Tragis! ILRC Temukan 20 Kasus Femisida di 2025, Korban Banyak Dibunuh Pasangan
-
Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap
-
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung
-
Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini