Suara.com - Dosen dan peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Ahmad Mukhlis Firdaus tidak merekomendasikan naturalisasi sungai yang diusung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pasalnya, karakteristik Jakarta yang padat tidak sesuai dengan konsep yang ditawarkan oleh Anies.
Konsep naturalisasi sungai versi Anies dapat disebut seperti rencana flood alleviation di Oxford, menurut Firdaus. Hal ini disampaikannya dalam cuitan di akun Twitter pribadinya @amflife, yang diunggah pada Minggu (5/1/2020).
"Kalau merujuk dari naturalisasi yang dijelaskan, yaitu memanfaatkan sempadan sungai sebagai kolam retensi sementara, mungkin maskudnya adalah seperti rencana flood alleviation di Oxford ini," kata Firdaus yang memperlihatkan contoh peta flood alleviation seperti dikutip Suara.com, Senin (6/1/2020).
Dalam peta berikut ini bisa dilihat, garis biru adalah sungai ketika kondisi normal, sementara bagian kuning adalah daerah yang akan tergenang ketika banjir (stage 2). Kemudian garis merah adalah batasan stage 3.
Menurut Firdaus rencana penanganan banjir dengan konsep seperti itu sulit dilakukan pada sungai-sungai di Jakarta.
"Kalau menurut pendapat saya sulit meskipun masih mungkin. Kenapa? Karena Jakarta sudah sangat padat. Sehingga sulit untuk mendapatkan lahan yang cukup yang bisa digunakan sebagai daerah tampungan," ucapnya.
Pada umumnya, daerah di sepanjang sungai di Jakarta kebanyakan adalah pemukiman atau perkantoran. Sementara untuk melakukan naturalisasi diperlukan pembebasan lahan besar-besaran dan itu tidak mudah.
"Sependek pengetahuan saya, konsep pengendalian banjir dengan naturalisasi ini tidak direkomendasikan untuk daerah-daerah dengan penduduk padat. Karena pembebasan lahan akan sangat sulit sekali," tutur Firdaus.
Ia menambahkan, "Pak Anies sudah menyatakan tidak akan melakukan penggusuran. Lalu bagaimana membebaskan lahan?"
Baca Juga: Waspadalah, 3 Tanda Usaha Anda Merugi dan Strategi untuk Mengatasinya
Pria yang sempat menjadi narasumber di Suku Dinas Tata Air PU DKI Jakarta ini menyarankan Anies Baswedan agar meningkatkan anggaran untuk pengendalian banjir di APBD.
Sebab jika ingin tetap memakai cara naturalisasi maka harus butuh banyak dana untuk membebaskan lahan yang harganya sangat mahal.
Berita Terkait
-
Heboh Warga Teriak Gubernur Rasa Presiden, Anies Cengar-cengir
-
Program Gubernur Anies Naturalisasi Sungai Tak Capai Target
-
Anies Akui 65 RW di Jakarta Masih Kebanjiran
-
Sempat Jebol Era Jokowi, Anies: Tanggul Latuharhari Mulai Ada Rembesan
-
Sebut Banjir Urusan Pusat, Politisi Hanura: Anies Tunjukkan Gagal Pahami UU
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan