Suara.com - Eks Wakil Gubernur Banten Rano Karno mengaku pernah menerima bantuan uang dari terdakwa Tubagus Chaeri Wardhana atau Wawan sebesar Rp 7,5 miliar untuk biaya kampanye Pilkada Banten 2011.
Pengakuan itu disampaikan Rano Karno saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi pengadaan Alat Kedokteran Rumah Sakit Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD dan APBD-P Tahun 2012 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat pada Senin (24/2/2020).
Awalnya, Jaksa Penuntut Umum dari KPK menanyakan kepada Rano Karno apakah pernah menerima uang dari Wawan selama menjabat Wakil Gubenur Banten.
Rano Karno pun menyangkal hal tersebut.
"Tidak ada pak, tidak ada," kata Rano.
Namun, Rano mengaku pernah menerima bantuan uang dari Wawan untuk biaya kampanye di Pilkada Banten. Saat itu, Rano berpasangan dengan Ratu Atut Choisiyah yang merupakan kakak kandung Wawan.
Meski begitu, Rano menyebut uang bantuan kampanye tersebut diketahuinya diterima melalui anggota tim pemenangan bernama Agus Ubhan.
"Saya tahu, sumber dari Pak Wawan, tapi itu untuk kepentingan kampanye pada waktu itu pak," jawab Rano Karno.
Rano pun membantah bahwa uang sebesar Rp 7.5 miliar sempat sampai ketangannya. Namun, yang diketahui Rano, bahwa Subhan yang bertemu terdakwa Wawan.
Baca Juga: Mantan Anak Buah Ungkap Penyerahan Duit Rp 250 Juta ke Rano Karno
"Waktu itu saudara Agus Subhan yang ketemu dengan Pak Wawan. Saya nggak pernah terima uang itu, cuma saya tahu laporan. Saya nggak tahu pak tepatnya berapa, cuman saya pernah dengar kira-kira berkisar Rp7,5 miliar," ujarnya.
Rano menyebut bahwa ketika pencaolan tersebut tim pemenangan membutuhkan biaya untuk membuat segala atribut.
"Kami kan harus persiapan ya segala macam kaus, bikin pin, kemudian nyewa apa kantor," kata Rano.
Jaksa pun sempat menanyakan apakah pemberian uang Rp 7,5 miliar langsung diserahkan keseluruhan kepada Subhan.
Rano menyebut uang tersebut diberikan secara bertahap. Lantaran untuk biaya kampanye dan sosialisasi.
"Oh enggak pak. Itu yang saya tahu mungkin. Artinya, ada pengusulan. Misal sekarang mah bikin kaus, kami mau bikin atribut lain, kami persiapan sosialisasi. Nggak brek gitu pak (langsung kasih Rp 7,5 miliar)," ungkap Rano.
Berita Terkait
-
Bantah Terima Uang Rp 1,5 Miliar: Rano Karno: Saya Enggak Kenal Ferdy Pak
-
Disebut Terima Suap, Rano Karno Jadi Saksi Korupsi Wawan
-
Pengamat Sebut Langkah Ratu Tatu di Pilbup Serang Bergantung pada KPK
-
Sidang Kasus Wawan, Saksi Sebut Rano Karno Terima Uang Rp 1,5 Miliar
-
Terlilit Hutang Hingga Miliaran, Wawan 'Ngadu' Ke Majelis Hakim Tipikor
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI
-
Niat Gasak HP ASN di Tengah Gemerlap Imlek di Bundaran HI, Pria Paruh Baya Diciduk
-
Geledah Rumah di Ciputat, KPK Sita Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar Terkait Kasus Bea Cukai
-
Ancaman Bagi Koruptor! Gibran Ingin Aset Hasil Judol Hingga Korupsi Disita, Apa Kata Pukat UGM?
-
Penumpang LRT Jabodebek Usul Penambahan Gerbong Khusus Wanita Guna Cegah Pelecehan
-
Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!