Suara.com - Pasien positif corona atau COVID-19 yang meninggal dunia, Judy Risdianto, sempat menuangkan curahan hatinya terkait pelayanan di RSUD Embung Fatimah, Kota Batam, Kepri.
Seperti diberitakan Batamnews.co.id - jaringan Suara.com, Judy Risdianto diketahui meninggal dunia setelah seminggu dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam, atau tepatnya pada Senin (30/3/2020) lalu sekitar pukul 01.00.
Diduga Judy Risdianto tak mendapat perawatan yang layak dalam sakitnya itu.
Berdasarkan informasi yang didapat Batamnews di lapangan, kabarnya baik dokter maupun perawat RSUD sengaja menelantarkan Judy yang juga Country Manager PT Bareau Veritas Marina tersebut.
"Dokter dan perawatannya ketakutan untuk merawat pasien. Padahal mereka dijanjikan insentif yang besar," ujar sebuah sumber kepada Batamnews, Kamis (2/4/2020).
Dalam pesan singkat yang beredar, Judy mengaku tidak dilayani sama sekali oleh pihak RS saat berada di dalam ruangan isolasi tersebut.
"Saya sendirian, tidak ada orang. Mau kencing saja susah," ujar Judy kepada temannya.
Padahal saat ini Pemerintah Provinsi Kepri telah mengucurkan Rp 40 miliar serta Pemko Batam mengucurkan miliaran rupiah untuk tenaga medis.
Hingga saat ini terdapat dua orang pasien positif corona di RSUD yang meninggal dunia. Ada juga beberapa pasien PDP yang meninggal dunia. Selain itu juga belum kabar sembuhnya pasien di RSUD Batam.
Direktur RSUD Batam dr Ani Dewiana belum memberikan keterangan resmi terkait pemberitaan tersebut.
Baca Juga: Jurnalis yang Dicueki Jokowi Meninggal Corona, Ini Respons RSUD Tangerang
Angka kematian pasien terkait Covid-19 di Batam paling tinggi dibanding daerah lainnya di Kepri. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepri menunjukkan, di Kota Batam pasien positif Covid-19 yang meninggal berjumlah 2 orang, sementara pasien yang dalam pengawasan (PDP) satu orang meninggal, dan 3 orang lainnya yang meninggal berstatus PDP negatif dengan penyakit penyerta.
Pada 30 Maret 2020, seorang wanita muda yang menjadi PDP yang dirawat di RSUD Embung Fatimah Kota Batam juga meninggal dalam perawatan. Guru salah satu SD swasta di Batam itu sempat dirawat sekitar tujuh hari di RS Elisabeth Batam Kota sebelum dirujuk ke RSUD Embung Fatimah.
Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Batam, saat ini jumlah totalnya 56 orang. Dari jumlah itu yang selesai pengawasan 31, sampel yang diambil 45, yang masih dirawat 25, dalam proses laboratorium 16, dan yang dinyatakan negatif 23.
Sementara 3 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Batam. Sayangnya sampai saat ini belum ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Embung Fatimah yang dinyatakan sembuh, dua sudah meninggal. Justru beberapa pasien berstatus PDP juga meninggal dalam penanganan.
Berita Terkait
-
Meninggal karena Corona, Bos Perusahaan di Batam Tulis Pelayanan Buruk
-
Presiden Jokowi Tinjau RS Darurat Corona di Pulau Galang Batam
-
Kota Batam akan Terapkan Karantina Wilayah, Pemkot Lakukan Pendataan Warga
-
Sempat ke Malaysia, PDP Covid-19 di RSUD Embung Fatimah Batam Meninggal
-
Seperti Pendeta Sintiche, Jenazah Judy Pengusaha di Batam Dibungkus Plastik
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?