News / Internasional
Selasa, 05 Mei 2020 | 21:25 WIB
Seorang wanita menangis dan teriak di depan barisan sekelompok tentara. [BBC]

Di Lebanon, para pengunjuk rasa yang nyaris jatuh miskin karena ekonomi yang hancur sebelum kasus virus terjadi menyerbu dan membakar bank-bank.

Para pemain di Timur Tengah memang harus mengkaji ulang kebijakan luar negeri mereka yang ambisius, mahal, dan kadang-kadang berbahaya. Hari-hari mereka membeli pengaruh dan melakukan perang proksi mungkin sudah berakhir.

Lina Khatib, kepala program Timur Tengah di Chatham House memandang kekuatan regional seperti Arab Saudi dan Iran harus mengkaji ulang pengaruh mereka di Timur Tengah.

Mereka terpaksa harus menentukan prioritas...mengorbankan berbagai hal yang sebelumnya tidak pernah diantisipasi sebelumnya, misalnya terkait dengan Yaman dan Suriah, ujarnya.

Konsekuensi ekonomi virus corona merusak semua pihak, mulai dari miliarder minyak di Teluk sampai ke pekerja harian di Mesir.

Di negara-negara yang lebih miskin, jutaan orang hanya bergantung pada uang yang mereka dapat setiap hari. Jika mereka tidak dapat bekerja karena larangan keluar, maka mereka tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

Iran membuka kembali perbatasannya agar dapat berdagang. Padahal sebelumnya wabah dilaporkan menewaskan lebih dari 6.000 orang dari 97.000 yang terinfeksi. Virus melanda sementara sanksi AS telah menyerang ekonomi Iran.

Ibadah haji berperan penting pada ekonomi Timur Tengah.

Irak, yang telah merugi triliunan dolar karena minyak, juga bergantung pada jutaan jemaah Syiah, terutama dari Iran. Di Arab Saudi, kota Mekah memberlakukan larangan keluar rumah, dan memperkirakan ibadah haji tahunan pada bulan Juli akan dibatalkan.

Baca Juga: Cabuli Anak Temannya Hingga Hamil 4 Bulan, Seorang Lansia Ditangkap Polisi

Amarah meningkat

Anjloknya harga minyak berarti penurunan besar pemasukan negara-negara yang sebelumnya kuat keuangannya.

Rencana besar-besaran Arab Saudi untuk mendiversifikasi ekonominya sepertinya tidak mungkin dilakukan.

Aljazair, negara yang 60% pemasukannya dari minyak dan gas, telah memotong sepertiga anggarannya. Pada bulan Maret, gerakan protes Hirak menghentikan unjuk rasa mingguan yang telah dilakukannya selama setahun karena virus corona. Namun setelah pemotongan itu terasa, mereka akan kembali.

Pemberontakan Arab tahun 2011 digerakkan kemarahan generasi muda yang meyakini masa depan mereka dihancurkan. Harapan bagi perubahan nyaris hancur. Tetapi kemarahan telah muncul kembali sebelum wabah terjadi.

Kehancuran karena pandemi dapat kembali menciptakan ledakan politik.

Load More