"Oh - saya tidak berani berharap banyak, tapi mungkin suatu saat nanti, jika ada keajaiban, saya ingin mengungkapkan betapa aku mencintainya dengan kata-kata yang diajarkan kepadaku: 'Aku cinta kamu'" tulis Khoo.
Isi surat kangen Khoo alias Meimei kepada Duwi, pengasuhnya saat kecil
Khoo Chi-ham pun memulai usaha menemukan Duwi, pengasuhnya saat masih kecil dengan menulis surat kerinduan.
Berikut isinya:
Teman yang Hilang - Boneka Beruang
Ini tentang ulang tahunku yang pertama. Pada waktu itu, orang tua saya terlalu sibuk sehingga mereka memutuskan untuk menyewa pengasuh dari Asia Tenggara untuk merawat ketiga anaknya.
Sejak itu, setiap saya membuka mata, orang pertama yang saya lihat adalah Duwi. Dia selalu menggendongku ke sebuah kursi, membiarkanku membuat susuku sendiri sebelum dia menambahkan air mendidih, mengepang rambutku, membawaku ke taman, diam-diam membelikanku marshmallow yang orang tuaku larang makan terlalu banyak, bahkan mengajariku lagu dan bahasanya ... bagiku, dia sudah seperti ibu keduaku. Selama dia di sisiku, aku selalu merasa nyaman, bahkan lebih dari nyaman.
Suatu hari dia kembali dari liburan dan membelikan saya boneka beruang sebagai hadiah ulang tahunku yang ke empat. Saya sangat senang hingga saya memeluk bonekanya sambil melompat-lompat, berteriak di rumah dan berterima kasih padanya.
Seminggu kemudian, saya bangun dan melihat orang tua saya di rumah, tetapi Duwi tidak ada. Saya berjalan mengelilingi rumah tetapi tidak dapat menemukannya. Saya duga dia keluar untuk membeli beberapa barang dan pulang terlambat. Tetapi orang tua saya kemudian memberitahu saya kontrak kerja Duwi sudah selesai, jadi dia harus kembali ke Indonesia. Takut membuatku sedih, Duwi meminta orangtuaku untuk tidak memberitahu tentang kepergiannya dan kembali dengan diam-diam.
Baca Juga: Viral Kakek Penjual Geblek di Godean, Tidur di Kantor Polisi Setiap Malam
Khoo Chi-ham alias Meimei sudah menganggap Duwi seperti ibu kedua
Surat tersebut berisi kerinduan Khoo Chi-ham kepada sosok wanita asal Indonesia yang jadi pengasuhnya saat kecil.
Sosok wanita Indonesia itu diketahui bernama Duwi. Khoo saat ini tengah mencari-cari keberadaan Duwi.
Sejak kecil, Khoo sangat dekat dengan Duwi. Gadis ini bahkan menganggap Duwi sebagai ibu keduanya.
"Sejak itu, setiap saya membuka mata, orang pertama yang saya lihat adalah Duwi. Dia selalu menggendongku ke sebuah kursi," tulis Khoo dalam surat yang diunggah ke akun Facebook pribadinya, Minggu (19/4/2020).
Khoo bahkan sempat diajari Duwi tentang lagu dan bahasa Indonesia.
"(Duwi) diam-diam membelikanku marshmallow yang orang tuaku larang makan terlalu banyak, bahkan mengajariku lagu dan bahasanya ... bagiku, dia sudah seperti ibu keduaku," ungkap gadis Taipei itu.
Namun pada usia empat tahun, Khoo tidak lagi dapat bertemu dengan Duwi. Pengasuhnya kembali ke Indonesia secara diam-diam.
Menurut orang tua Khoo, kontrak kerja Duwi telah habis dan dia tidak ingin Khoo mengetahui kepergiannya.
Khoo semakin sedih lantaran seminggu sebelum kepergian sang pengasuh, Duwi sempat memberikan boneka beruang hadiah sebagai ulang tahunnya yang keempat.
"Boneka beruang itu telah bersama saya selama lima belas tahun. Beranjak dewasa, saya tidak punya petunjuk untuk berkomunikasi dengan Duwi selama ini," tulis Khoo.
Khoo mengaku masih sangat ingin bertemu Duwi untuk berterima kasih kepadanya.
Meimei Gadis Taipei bertemu Duwi, pengasuhnya sewaktu kecil
Perjuangan pencarian gadis Taipei mencari pengasuhnya akhirnya membuahkan hasil. Kisahnya berlanjut membahagiakan.
Setelah melalui penelusuran lewat media massa dan sosial media, Khoo akhirnya bisa menghubungi Duwi. Untuk diketahui, Suara.com sejak awal membuatkan informasi dari Kho Chi-ham mencari pengasuhnya bernama Duwi.
Pencarian ini berakhir pada Minggu (10/5/2020) setelah suami Duwi, Danang Setyabudi melihat unggahan berita dari Suara.com di Facebook.
"Ini istri saya.." tulis Danang sembari melampirkan foto-foto istrinya selama bekerja di rumah Khoo.
Danang kemudian memberi tahu sang istri tentang anak asuh di Taipei yang mencarinya.
Duwi yang mengetahui surat itu pun tak mampu membendung tangisnya.
"Saya terharu.. sedh.. jadi nangis terus mbak.. kalau inget Meimei, itu panggilan sayang ke dia mbak," kata Duwi ketika dihubungi Suara.com.
Duwi membenarkan bahwa penulis surat itu adalah Khoo, anak dari sebuah keluarga Shu Ping Hwang-Sue Xia ketika dirinya bekerja di Taipei 15 tahun lalu.
Duwi menjadi pengasuh di keluarga Shu pada kurun waktu tahun 2005 hingga 2008 silam. Ia harus berpisah dengan Khoo karena masa kontraknya usai.
Beberapa waktu kemudian, Duwi sempat berangkat lagi ke Taipei, namun ia bekerja pada keluarga yang berbeda sehingga tak bisa bertamu Khoo lagi.
Tim Suara.com pun memberi tahu Khoo soal keberadaan Duwi dan keluarganya yang kini tinggal di Sragen Jawa Tengah.
Mereka pun segera menghubungi satu sama lain melalui video call.
Tangis pun pecah begitu mereka melihat wajah satu sama lain melalui layar ponsel.
Duwi duduk di depan meja jahitnya tak sanggup menahan tangisnya melihat anak yang dulu ia asuh telah tumbuh dewasa.
Begitu pun Khoo dari seberang layar ponsel, Ia sampai tak sanggup berkata-kata setelah mengetahui kabar Duwi.
Mereka pun melanjutkan obrolan menggunakan bahasa Mandarin.
Danang, suami Duwi pun mengabadikan momen tersebut.
"Thank you," kata Khoo dari seberang telepon.
"Aku sangat berterima kasih pada semua orang yang telah membantuku bisa berhubungan lagi dengan Duwi. Aku lihat Duwi sehat dan baik-baik saja. Aku harap semua orang juga begitu, Terima kasih semuanya," ucap Khoo di balik tangis harunya.
Berita Terkait
-
Solusi Finansial WNI di Taiwan, BRImo Hadir Permudah Transaksi Lintas Negara
-
Gandeng KDEI Taipei, BRI Fokus Tingkatkan Akses Inklusi Keuangan bagi Pekerja Migran
-
HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian
-
Kapal Berpenumpang 74 Orang Tenggelam di Selayar Sulsel, Basarnas Kerahkan Tim SAR Gabungan
-
Gus Ipul Buka MPLS Perdana Sekolah Rakyat Permanen di Sragen
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement