Suara.com - Wali Kota Padang Mahyeldi dikabarkan positif virus corona. Tapi Pemerintah Kota Padang membantah.
Hasil tes cepat juga menyatakan wali kota sehat dan tidak ada indikasi apapun terinfeksi virus corona jenis baru penyebab COVID-19 itu.
“Tidak benar itu, dari mana sumbernya? Pak Wali Kota justru sehat wal afiat saja,” kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Padang Amrizal Rengganis di Padang, Jumat.
Menurut dia wali kota, pada Senin (15/6/2020) ke Jakarta dan sebelum berangkat dilakukan tes cepat dengan hasil negatif.
Ia mempertanyakan dari mana asal kabar yang menyatakan wali kota positif dan meluruskan bahwa tidak benar Wali Kota Padang terkena COVID-19.
Bahkan, kata dia, sepulang dari Jakarta, wali kota juga melakukan tes usap (swab) di Puskesmas Padang Pasir Padang dan hasilnya sudah diperoleh yaitu negatif.
Sepengetahuannya wali kota senantiasa memerhatikan masalah yang berkaitan dengan kesehatan, terutama pada era Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini.
“Pak wali kota senantiasa menyampaikan pengarahan kepada masyarakat agar taat dan patuh pada protokol COVID-19 mulai dari anjuran menggunakan masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan senantiasa memeriksakan kesehatan apabila hendak berpergian dari satu kota ke kota lain," katanya.
"Oleh sebab itu kalau tiba-tiba yang memberitakan bahwa wali kota positif COVID-19 tentu berlawanan dengan komitmen untuk mengajak masyarakat menjaga kesehatan," kata dia.
Baca Juga: Mengenal Orthocoronavirinae dan Kaitannya dengan Virus Corona Covid-19
Ia menyampaikan jika positif buat apa pula disembunyikan dan itu bukan aib, karena siapa saja bisa terkena.
Sementara itu menyangkut perkembangan pengendalian wabah COVID-19 sampai Jumat ini persentase kesembuhan warga sudah mencapai 60,67 persen.
“Kami melalui Gugus Tugas Pengendalian COVID-19 Kota Padang terus berusaha melandaikan angka persebaran COVID-19 ini dengan melakukan pembersihan tempat-tempat umum melalui penyemprotan disinfektan bersama Dinas Kesehatan, BPBD, PMI dan surelawan,” demikian Amrizal Rengganis. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
Terkini
-
Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
-
Eks Menkumham hingga Ketua MK Ajukan Amicus Curiae Bela Tian Bahtiar, Singgung Kebebasan Pers
-
Putus Rantai Stunting, PAM JAYA Bekali Ibu di Jakarta Edukasi Gizi hingga Ketahanan Air
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
SBY Bawakan Lagu Hening di Perayaan Imlek Demokrat: Izinkan Seniman Ini Bicara
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
KPK Minta Menag Nasaruddin Umar Klarifikasi Jet Pribadi OSO: Jangan Tunggu Dipanggil
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
-
Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai
-
Respons Teror ke Ketua BEM UGM, Mensesneg: Kritik Sah Saja, Tapi Kedepankan Adab Ketimuran