Suara.com - Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa berusaha mengembalikan kehidupan normal warganya dengan cara melonggarkan status lockdown. Menyadur laman DW pada Sabtu (20/06/2020), Cyril akan mulai menyeimbangkan hidup dan melindungi mata pencaharian warganya.
"Kita harus memikirkan orang-orang yang bekerja di industri ini dan mereka yang bergantung pada beberapa industri untuk penghidupan," jelasnya.
"Melalui pelonggaran lockdown, kami terus menyeimbangkan tujuan utama kami untuk menyelamatkan hidup dan melindungi mata pencaharian," kata Cyril.
Dalam pidatonya Cyril menyebut industri hiburan sebagai salah satu bidang yang akan ia longgarkan. Sebelumnya, ia dipuji oleh banyak orang karena langsung mengunci negaranya saat pandemi menghantam banyak negara.
Afrika Selatan jadi negara yang paling ketat kunciannya dengan pembatasan pada hampir semua kegiatan di luar ruangan. Pembatasan juga berlaku untuk menjualan rokok dan alkohol.
Sayangnya, kebijakan ini membawa mereka pada situasi ekonomi yang sulit. Sekitar 40% penduduk Afrika Selatan hidup di bawah garis kemiskinan dan lockdown membuat kehidupan mereka semakin tercekik.
Salim Abdool Karim, seorang ahli epidemiologi yang memimpin tim penasihat COVID-19 Afrika Selatan mengatakan pelonggaran adalah langkah yang tepat meski jumlah kasus virus corona masih tinggi.
"Karena Afrika Selatan bertindak sangat dini, kami memberlakukan pembatasan dan penguncian ketika kami hanya memiliki 402 kasus," kata Karim kepada DW.
"Kami sekarang berada di minggu ke-14 lockdown dan tidak lagi melanjutkannya. Kami memutuskan untuk melanjutkan sisa perjalanan sepanjang jalan ini," ungkapnya.
Baca Juga: Virus Corona Ditemukan di Talenan Pasar, China Lockdown Permukiman
"Dengan mengurangi batasan, orang-orang dapat kembali mengakses layanan kesehatan, mendapatkan makanan dan yang lainnya."
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau