Suara.com - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq menyebut ada tiga nama menteri non partai politik yang layak direshuffle Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Tiga nama yang disebut Maman adalah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Agama Fachrul Razi serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.
Maman mengatakan nama Terawan mungkin menjadi yang paling banyak disetujui publik untuk diganti.
"Kalau menteri yang harus diganti sebenarnya, publik sudah tahu. Ada beberapa menteri yang pantasnya menjadi kiai, tetapi menjadi menteri, Menkes maksudnya," kata Maman dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (3/7/2020).
Kemudian Maman juga menyebut Nadiem layak pula diganti oleh Jokowi. Alasannya karena program belajar jarak jauh yang diciptakan di tengah pandemi Covid-19 dianggapnya tidak menjadi solusi untuk dunia pendidikan.
Selain Nadiem dan Terawan, Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut juga menyebut nama Fachrul Razi yang kini menjabat sebagai Menag. Maman menilai Fachrul tidak memiliki sense of crisis menghadapi pandemi.
Sebab, Kemenag sempat meminta penambahan anggaran yang sama sekali tidak ada hubungannya untuk penanganan pandemi Covid-19. Hal tersebut terjadi ketika Fachrul melakukan rapat bersama Komisi VII DPR RI.
"Kita sisir programnya. Tidak satu pun menyentuh pandemi. Saya sebutin Kemenag. Kemenag itu tidak ada sense of crisis pandemi," ujarnya.
Padahal menurutnya ada kelompok pengajar pendidikan agama informal seperti ustaz, kiai hingga habaib yang membutuhkan bantuan pemerintah sekaligus menjadi panjang tangan menyosialisasikan pandemi Covid-19 di daerah.
Baca Juga: Jokowi Marahi Menteri, PKB: Terlihat Pemerintah Gagap Tangani Covid-19
Maman mencontohkan ada beberapa pengajar yang datang ke rumahnya untuk mengadukan penghasilannya menghilang karena pengajian banyak yang dibatalkan.
Kalau misalkan mereka mendapatkan bantuan pemerintah, maka pengajian bisa tetap berjalan sembari membantu memberikan informasi perihal bahayanya Covid-19. Akan tetapi pada kenyataannya, banyak masyarakat di daerah yang malah tidak tahu sama sekali soal Covid-19.
"Gara-gara tidak dilibatkan, seorang ibu pulang dapat bantuan Covid saya tanya, Bu, dapat berapa? 600 ribu kang Maman, program Covid. Mudah-mudahan tahun depan ada lagi, kang. Covidnya tetap sehat, sejahtera, kan gila," ujarnya.
"Kegagalan melakukan edukasi politik seperti itu."
Tag
Berita Terkait
-
'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?
-
PKB Sambut Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen: Kami Sudah Konsisten
-
Menakar Wacana Dedi Mulyadi: Mungkinkah Jawa Barat Hidup Tanpa Pajak Kendaraan?
-
PKB Buka Suara soal Ambang Batas Parlemen: Fleksibel soal Angka, Asal Suara Rakyat Tak Hilang
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme