Suara.com - Satukeluarga di Florida ditahan karena menjual produk yang mereka sebut 'obat ajaib virus corona' yang sebenarnya merupakan cairan kimia yang biasanya digunakan sebagai pemutih.
Menyadur New York Post, Mark Grenon (62) dan tiga putranya, Jonathan Grenon (34), Jordan Grenon (26), dan Joseph Grenon, dituduh memasarkan dan menjual produk bernama Miracle Mineral Solution (MMS) melalui entitas yang disebut Gereja Kesehatan dan Penyembuhan Genesis di Bradenton.
Menurut Food and Drug Administration AS cairan MMS tersebut adalah cairan kimia yang biasanya digunakan untuk mengolah tekstil, limbah industri, bubur kertas dan juga cairan pemutih.
FDA belum menyetujui cairan tersebut digunakan sebagai obat kesehatan, jika digunakan dapat menyebabkan muntah dan dehidrasi.
Menurut laporan, Grenon juga memasarkan cairan pemutih tersebut sebagai obat untuk penyakit serius lainnya seperti kanker, autisme, dan AIDS.
Seorang hakim federal Miami pada bulan April telah memerintahkan Gereja Kesehatan dan Penyembuhan Genesis II untuk berhenti menjual MMS, tetapi Grenon mengabaikan putusan tersebut.
"Kami TIDAK akan menanggapi panggilan dan perintah Anda yang unconstional," bunyi satu email dari Mark Grenon kepada Hakim Distrik AS Kathleen Williams.
"Berkali-kali saya berpesan kepada Anda. . . Anda tidak memiliki wewenang atas Gereja kami." jelasnya.
Grenon dan ketiga putranya didakwa telah menipu masyarakat Amerika Serikat, melanggar Undang-Undang Makanan, Obat-obatan dan Kosmetik, dan melakukan penghinaan.
Baca Juga: Korut Tolak Kembali ke Meja Perundingan, AS dan Korsel Bahas Strategi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan, 70 Persen Ayah yang Memukul Ternyata Pernah Jadi Korban Masa Kecil
-
Jejak Rolex Bupati Pekalongan di INTime Senayan City, KPK Periksa Manajer Toko Irwan Mussry
-
Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah
-
Miris! Ternyata Cuma 46 Persen Kasus Bullying di Sekolah yang Berhasil Tuntas
-
Noel Ogah Ucapkan Terima Kasih ke Pimpinan KPK: Muak, Licik Seperti Bocil
-
Bukan Hanya Islam, Indro Warkop Ajak Semua Agama Bersatu Bela Palestina
-
Tak Terima Dituduh Menyekap dan Todong Senjata, Hercules Laporkan Balik Putri Ahmad Bahar ke Polisi!
-
Kumpulkan Calon Jenderal di Bandung, Prabowo Beri Instruksi Strategis dalam Taklimatnya
-
Begal Urusan Polisi Bukan TNI! Koalisi Sipil Kritik Keras Watak 'Over-Reactive' Negara
-
SNBT 2026 Meledak! Nyaris 900 Ribu Orang Rebutan Kursi PTN, Masih Berani Bersaing?