Ada banyak warga Indonesia yang tinggal di kawasan 'hostpot' penularan virus corona di Australia.
Bersembunyi dalam truk menuju Australia Selatan
Sementara itu, seorang warga dituduh bersembunyi di balik truk yang melintasi perbatasan Australia Selatan di malam pertama arus keluar-masuk perbatasan Victoria mulai diperketat.
Warga yang diketahui seorang perempuan berusia 65 tahun ini akan ditindaklanjuti polisi.
Sejak Rabu dini hari, warga dari Australia Selatan tidak diizinkan untuk pulang ke Victoria, kecuali untuk keperluan penting.
Polisi mengatakan sopir dari truk yang mengangkut perempuan ditangkap kemarin (30/07) dan kini sedang diselidiki pula.
Pihak kepolisian mendorong warga untuk melaporkan jika melihat kasus seperti ini dengan menghubungi 'Police Assistance Line' di 131 444.
Kemarin, Komisaris Polisi Australia Selatan, Grant Stevens mengatakan akan selalu ada risiko bagi orang untuk bersembunyi di dalam kendaraan pengangkut barang.
Sementara itu otoritas kesehatan di negara bagian New South Wales (NSW) telah mengkonfirmasi 21 kasus baru virus corona dalam 24 jam terakhir sampai pukul 8 malam kemarin.
Baca Juga: Ekstrak Rumput Laut Disebut Bisa Lebih Baik dari Remdesivir untuk Covid-19
Kemarin, Wakil Petugas Medis Nick Coatsworth memuji NSW Health karena jumlah kasus yang "di bawah kendali" berkat upaya pelacakan kontak lanjutan.
Dari 3.567 kasus virus corona yang dikonfirmasi di NSW, pihak berwenang tidak dapat melacak 373 kasus yang sudah terkonfirmasi.
Sebanyak 78 infeksi diperoleh di negara bagian lain, sementara 2.027 ditemukan pada mereka yang pulang setelah melakukan perjalanan ke luar negeri.
Penularan virus corona antar warga NSW hanya kurang dari sepertiga dari total kasus di negara bagian ini, dengan jumlah 1.089 kasus terkonfirmasi.
Fasilitas perawatan lansia di 'Pinjarra Hills', Queensland, ini harus berjaga-jaga setelah salah satu pekerjanya tertular COVID-19.
Kasus terbaru di Queensland berasal dari Melbourne
Berita Terkait
-
Krisis BBM, PM Australia Minta Pekerja ke Kantor Naik Transportasi Umum
-
Sempat Jadi Lawan Timnas Indonesia, 4 Negara ini Lolos ke Piala Dunia 2026
-
4 Negara yang Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Anomali Harga BBM Imbas Perang Iran: Australia Kena Diskon, Indonesia Tak Berubah
-
Harga BBM Indonesia Mau Naik, Australia Justru Potong Pajak Bahan Bakar Minyak
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar