Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan survei terkait kesiapan sekolah menggelar kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Survei ini dilakukan ke 6.729 sekolah di Indonesia.
Hasilnya, rata-rata sekolah belum menyediakan protokol kesehatan yang mumpuni untuk murid, guru, dan warga sekolah lainnya.
Survei dilakukan pada minggu ke-4 Juni 2020 dengan menggunakan aplikasi google form. Hanya satu responden yang terlibat mewakili satu sekolah.
Adapun sekolah yang dilibatkan dalam survei itu tersebar di pulau Jawa sebanyak 78 persen dan luar Jawa sebanyak 22 persen.
Setiap responden mendapatkan pertanyaan terkait ketersediaan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Semisal wastafel untuk mencuci tangan.
Dari hasil survei ditemukan, sebelum adanya pandemi hampir semua sekolah sudah memiliki wastafel.
Meski demikian, jumlahnya masih sedikit dan letaknya tidak menyebar. Sebanyak 46 persen sekolah memiliki wastafel berjumlah kurang dari lima, 32 persen memiliki 5-10 wastafel, 10 persen sekolah memiliki 10-15 wastafel, enam persen sekolah memiliki 15-20 wastafel dan enam persen sekolah memiliki lebih dari 20 wastafel.
"Jadi angka ini tentu saja cukup mengkhawatirkan sebenarnya kalau menggunakan data ini. Karena ternyata para responden pun itu ternyata tidak menghitung bahwa kalau wastafel itu, itu adalah wastafel yang tempat cuci tangan atau wudu jadi tempat wudu itu dihitung sebagai wastafel itu ternyata juga cukup banyak," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam sebuah webinar, Kamis (27/8/2020).
Kemudian, penyediaan sabun di toilet sekolah juga dinilai penting agar siswa dapat mencuci tangannya secara bersih.
Baca Juga: Sekolah Mau Dibuka Lagi, Ribuan Guru SMPN di Tangsel Bakal Tes Covid Massal
Mayoritas responden menjawab kalau di sekolah mereka memang menyediakan sabun hanya di toilet saja. 28 persen responden kadang-kadang menyediakan dan lima persen menyatakan tidak pernah menyediakan saat buka sekolah di tengah pandemi.
KPAI juga menanyakan soal ketersediaan tisu di sekolah. Penyediaan tisu di toilet sebelum pandemi hanya dilakukan oleh 27 persen sekolah sedangkan 41 persen sekolah menyatakan kadang-kadang menyediakan, dan 32 persen menyatakan tidak pernah menyediakan tisu.
Kemudian terkait penyediaan disinfektan. Hanya 23 persen sekolah yang rutin menyediakan cairan disinfektan untuk sterilisasi sekolah. Satu persen sekolah menjawab kadang-kadang dan 46 persen mengatakan tidak pernah menyediakan.
"Sementara pada adaptasi kebiasaan baru nanti berarti sekolah harus memiliki ini, harus menyediakan disinfektan," tuturnya.
Selain itu pihak sekolah juga ditanyakan soal sosialisasi terkait prosedur operasional standar protokol kesehatan Covid-19. Sebanyak 91 persen sekolah mengaku akan melakukan sosialisasi baik kepada guru dan murid.
"Jadi kalau mereka sudah membuat SOP atau protokol kesehatan mereka memang akan mensosialisasi ketika proses mereka akan menghadapi pembelajaran tatap muka nanti," tuturnya.
Berita Terkait
-
Keren Banget, ITB Bikin Sistem Pemantau Jaga Jarak Otomatis
-
Erick Thohir Pastikan Vaksin Virus Corona Tak Semuanya Gratis
-
Makin Tajir saat Pandemi, Kekayaan Jeff Bezos Tembus Rp 2.997 Triliun
-
Pertama Kali Sejak Mei, Gaza Palestina Umumkan Kematian akibat Virus Corona
-
Belasan Remaja di Plymouth Terjangkit Covid-19 setelah Berlibur di Yunani
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026