Belum lagi efek jangka panjang COVID, yang masih harus kami pelajari,” papar Vasan. Ekonomi “Perekonomian sangat penting bagi pemilih Amerika, terutama jika itu tidak sedang berjalan dengan baik,” kata Wilson. Ternyata tidak demikian.
Sebelum merebaknya pandemi, Trump memiliki rekor selama tiga tahun akan ekonomi yang kuat dan sehat. Akan tetapi, dimulainya penguncian pada bulan Maret di Amerika membuat bisnis kecil harus ditutup di seluruh negeri.
Pada pertengahan April tahun ini, lebih dari 23 juta orang Amerika kehilangan pekerjaan. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja hanya dalam dua bulan, tingkat pengangguran naik dari 3,5% menjadi 14,7%.
Ini adalah berita buruk bagi Presiden Trump yang terus-menerus menekankan betapa kuatnya ekonomi AS selama tiga tahun pertamanya menjabat. Begitu banyak orang Amerika yang kesulitan untuk mempertahankan keadaan finansial atau bahkan berjuang untuk mempertahankan rumah mereka.
Dalam keadaan ini, Trump mencoba meyakinkan para pemilih bahwa ia adalah orang terbaik untuk mengembalikan ekonomi ke jalurnya di hadapan krisis yang tidak terduga dan pasti akan mempengaruhi ekonomi di bawah kepresidenan manapun ini.
Untuk kandidat Demokrat Joe Biden, semua hal menjadi lebih mudah. Ia menyalahkan Trump karena kesalahannya menangani ekonomi selama pandemi dan berjanji dengan strategi “Build Back Better”-nya (bangun kembali dengan lebih baik), para kaum pekerja dan kelas menengah akan berada di posisi yang lebih baik daripada empat tahun di bawah kepemimpinan Donald Trump.
Dalam situasi seperti ini, “biasanya lebih sulit bagi petahana karena mereka adalah orang yang berkuasa, memiliki kebijakan dan yang bertanggung jawab,” kata Wilson.
Isu ras Kasus tewasnya George Floyd di tangan polisi Minneapolis pada bulan Mei telah membangkitkan kembali gerakan Black Lives Matter (BLM) di seluruh negeri.
Ketegangan rasial telah menjadi bagian dari sejarah AS sejak budak kulit hitam pertama tiba di negeri ini. Akan tetapi “musim panas ini jelas merupakan momen bersejarah,” ujar Wilson.
Baca Juga: Donald Trump Ejek Joe Biden karena Lupa Namanya saat Pidato
Orang Amerika kulit hitam dan kulit putih tidak hanya memprotes kekerasan polisi yang ditargetkan kepada kaum tertentu tetapi juga terhadap apa yang mereka anggap sebagai rasisme sistemik yang ada di AS.
Mereka menyerukan reformasi kepolisian berskala besar dan beberapa bahkan menyerukan pencairan dana kepolisian. Kritik terhadap gerakan tersebut, kebanyakan berasal dari mereka yang konservatif, telah memusatkan perhatian pada kekerasan yang terjadi di beberapa kota selama protes. Begitu pula dengan Presiden Trump, yang menyebut “Black Lives Matter” sebagai “simbol kebencian” dan berjanji akan memulihkan hukum dan ketertiban di jalan. Menurut Wilson, meskipun ini amat menggeramkan pendukung BLM, hal ini bekerja untuk pendukung Trump.
“Pesan yang disampaikan Trump adalah bentuk mobilisasi untuk pemilih Trump, para pemilih di dalam Partai Republik dan mungkin beberapa kaum independen yang condong ke kanan,” kata profesor ilmu politik itu. “Tema, janji dan kebijakan - semua yang Presiden Trump lakukan ditujukan untuk menargetkan para pendukung konservatifnya.”
Kaum liberal mengkritik bahwa tindakan Trump hanya memperkeruh suasana. Mereka meyakini bahwa seorang presiden seharusnya mempersatukan negara alih-alih menuangkan minyak ke atas api.
Aborsi “Aborsi adalah topik penting dalam pemilihan presiden 2020,” kata Wilson. Ini adalah topik yang paling penting bagi sebagian besar basis Trump: Protestan berkulit putih. Walau kelompok ini hanya terdiri dari 15% populasi AS, mereka pergi ke tempat pemungutan suara dalam jumlah besar.
Bahkan menurut jajak pendapat National Election Pool atau Kelompok Pemilihan Nasional, kelompok ini menyumbang lebih dari seperempat semua pemilih pada tahun 2016.
Banyak dari orang Kristen Protestan konservatif ini memegang nilai-nilai yang sesungguhnya bertentangan secara diametris dengan nilai-nilai yang mewarnai hidup Trump, misalnya dengan berbagai pernikahan dan perceraian yang dilalui Trump.
Tapi seperti yang dikatakan oleh sebuah konten Instagram oleh grup anti-aborsi “Students for Life”: “Benci Trump? Kami lebih membenci aborsi.”
Trump dianggap sebagai pilihan anti-aborsi yang pasti. Ia adalah presiden pertama yang menghadiri acara anti-aborsi “March for Life.”
Bagi orang Amerika di ujung spektrum yang lain, itu adalah alasan untuk tidak memilih Trump. Aborsi “juga merupakan masalah penting bagi sekelompok pemilih liberal,” kata Wilson. “Ada gerakan pro-choice (mendukung aborsi) yang besar di dalam partai Demokrat.”
Para pemilih ini melihat Coney Barrett sebagai pilihan Trump untuk kursi Mahkamah Agung sebagai bahaya bagi Roe v. Wade yang adalah keputusan yang telah menjamin akses perempuan ke aborsi yang aman dan legal selama 47 tahun terakhir.
Bagi Demokrat, suara untuk Biden juga merupakan suara untuk pilihan calon hakim Mahkamah Agung yang liberal dan pro-choice. (Ed: st/rap)
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Bek Amerika Serikat Emosional Cetak Gol Piala Dunia, Kenang Jejak Sang Ayah di Seattle
-
Weston McKennie Terkesima dengan Suporter usai Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Australia Kalah dari Amerika Serikat, Tony Popivic: Kami Terlihat Lesu, Kaki Terasa Berat
-
Pochettino Puas AS Kalahkan Australia, Sebut Timnya Dominan di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?