Selain itu, Rizieq juga enggan menyerahkan dokumen dan membubuhkan tandatangan sebagai permohonan bantuan.
Padahal, dokumen dan tandatangan itu sangat dibutuhkan agar proses bantuan dapat dilakukan.
"Konteksnya sebagai pemerintah saya mau membantu tapi dijawab video itu. Kalau kita mau bantu kan harus punya dokumen dan tandatangan dia," ungkap Mahfud MD.
"Bagaimana kita mendapatkan itu sementara selain ada sumpah begitu dia tak melaporkan masalahnya ke KBRI? Dari mana kita bisa membantu tanpa dokumen?" lanjutnya.
Fadli Zon kembali membalas cuitan Mahfud MD. Ia menilai bantuan yang hendak diberikan oleh Mahfud MD kepada Rizieq kala itu sebelum ia menjadi seorang menteri.
"Baiklah pak @mohmahfudmd, mungkin ada kesalahpahaman teori dan praktiknya. Konteksnya bisa beda. Banyak yang misterius waktu itu. Saya percaya pak Mahfud mau bantu tapi kan belum jadi Menko," ungkap Fadli Zon.
Tak berhenti sampai disitu, Mahfud MD kembali memberikan komentar. Ia membantah pernyataan Fadli dan menyatakan hendak memberikan bantuan saat ia baru saja dilantik menjadi Menko Polhukam.
Kala itu, ia meminta dikirimi dokumen melalui email atau WhatsApp, namun tak diindahkan.
"Betul pak, sebelum saya menko, Rizieq sudah di Saudi. Awal saya menko, ribut dia dicekal. Saya mau bantu, saya jumpa pers minta dikirimi dokumen dengan email atau WA tapi tak berjawab, malah yang masuk video sumpah itu, Jadi saya cari info sendiri ke Kerajaan Saudi, termasuk ke imigrasi dan bicara dengan Dubes Saudi," tukasnya.
Baca Juga: Fadli Zon Bandingkan Rizieq dengan Reynhard, Mahfud MD: Kok Salah Terus?
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak
-
Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek
-
DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah
-
Penyusunan Raperda Perlindungan Tenaga Kerja Informal Jateng Perlu Dipercepat
-
Pengungsi WNA di Setiabudi, Pramono Anung Akan Tertibkan Fasilitas Publik yang Disalahgunakan
-
KPK Dalami Keterangan Bupati Kuansing soal Dugaan Amplop untuk Menhut Raja Juli
-
3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
-
KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum
-
Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan
-
Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT