Suara.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengenang kisahnya menjadi saksi perjalanan KH. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, saat mencalonkan sebagai Presiden RI.
Pencalonan tersebut, kata Khofifah, diambil setelah laporan pertanggungjawaban Presiden B.J. Habibie ditolak oleh MPR.
"Sekitar pukul 00.55 WIB, saat itu (Gus Dur) menelpon saya, ini saya masih di sidang MPR. (Gus Dur bilang) ‘Mbak Khofifah saya mencalonkan presiden, saya mencalonkan presiden’," ujar Khofifah meniru ucapan Gus Dur saat menghadiri Festival Gusdurian, Sabtu (12/12/2020).
Khofifah mengungkapkan, ketika itu Gus Dur belum menyiapkan persyaratan untuk pencalonan presiden.
Dia lantas menghubungi Yenny Wahid, putri Gus Dur, untuk menjelaskan berkas yang dibutuhkan.
Selanjutnya, ia menghubungi rekan-rekannya sekitar pukul 02.30 WIB untuk meminta surat kelengkapan berkas.
"Tidak ada persyaratan apapun yang disiapkan oleh Gus Dur. Setelah itu saya menelepon beberapa teman, saya minta ini 'Sudah jam setengah 3, apakah itu Pengadilan Negeri, apa itu Kapolres, PTUN, datangi yang mana yang bisa diketuk pintunya untuk mencari persyaratan pencalonan Gus Dur sebagai Presiden'," ucap dia.
Tak mau repot-repot memikirkan kesulitan itu, Gus Dur pun membuat surat-surat itu sendiri.
Surat kelakuan baik ditandatanganinya sendiri. Begitu pula surat yang lain.
Baca Juga: Bukan Cuma Kementerian Sosial, Gus Dur Juga Pernah Bubarkan Satpol PP
"Nama KH Abdurrahman Wahid, alamat Ciganjur, menyatakan dengan sebenarnya saya berkelakuan baik. Ditandatangani sendiri," ujar Khofifah.
Kemudian, kata Khofifah, dirinya menyambangi Ketua Fraksi MPR Yusuf Muhammad soal pencalonan Gus Dur sebagai presiden.
Sekitar pukul 05.30 WIB, Khofifah bersama Arifin Junaidi, salah satu orang kepercayaan Gus Dur, kemudian mendaftarkan Gus Dur menjadi presiden ke MPR.
Pasalnya batas waktu penutupan pendaftaran calon presiden (capres) ditutup pukul 07.00 WIB.
"Jam 06.00, saya ke Gedung KK 1 (MPR) bersama Cak Arifin mendaftarkan Gus Dur menjadi calon presiden, bukan datang bersama rombongan," kata dia.
Kemudian, Khofifah pun cemas saat menyerahkan berkas-berkas pendaftaran tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
DPR Usul Motor Listrik Korupsi BGN Dihibahkan ke Guru Honorer: Biar Jadi Gesture Positif
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Legislator PDIP Kritik Ekspansi Bioskop: Jangan Sampai Jadi Risiko Baru bagi Industri Film
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Miris! Menkes Budi Bongkar Sisi Gelap Dunia Medis: Banyak Nakes Kena Bullying dari Seniornya
-
Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral
-
Di Sini Wilayah Paling Parah Akibat Gempa Venezuela, Banyak Orang Meninggal
-
Viral! Pria Dilecehkan di Angkot Cipayung, Pelaku Dikepung Warga, Polisi Buru CCTV
-
Pilih Soroti MBG dan KDMP, Tiyo Ardianto Tak Ambil Pusing Temuan Alat Pelacak
-
Bahas Dinamika Bangsa, KSP Dudung Sampaikan Pesan Khusus untuk Para Purnawirawan
-
Malam Puncak HUT Jakarta 499: Konser Mahalini di Bundaran HI hingga Tarif Transportasi Rp1!
-
Jalanan Venezuela Dipenuhi Warga Hanya Pakai Piyama Pasca-Gempa Bumi, Kenapa?
-
Kematian Peserta KDMP dan KNMP Bukti Pendekatan Militeristik Tak Cocok untuk Warga Sipil!
-
Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum