Suara.com - Ratusan warga Thailand melakukan sebuah ritual upacara pemakanan di tengah pandemi Covid-19 untuk memohon keberuntungan dan memulai sesuatu yang baru.
Menyadur National Post, Kamis (28/1/2021) Kuil Wat Bangna Nai di ibu kota Thailand menarik lebih dari 100 orang setiap hari yang memilih untuk melakukan upacara dengan harapan dapat meningkatkan keberuntungan.
Para peserta ritual memegang seikat bunga dan berbaring di peti mati dengan selembar kain menutupi mereka dan para biksu bernyanyi.
Tekanan hidup selama pandemi virus corona telah membuat ritual tersebut menjadi semakin banyak yang melakukannya.
"Saya harus mengakui bahwa saya stres akhir-akhir ini karena penghasilan saya berkurang karena pandemi dan saya yakin semua orang di sini merasakan hal yang sama," kata Nutsarang Sihard, seorang pemilik warung makan berusia 52 tahun.
Setiap warga yang ikut upacara tersebut membayar 100 baht (Rp 46.000) untuk bunga, lilin, dan pakaian yang menjadi bagian dari upacara.
Mereka mengikuti instruksi para biksu, dengan berbaring di peti mati dengan kepala menghadap ke barat, arah jenazah dikuburkan.
"Saya merasa seperti terlahir kembali, hidup kembali dan menjadi orang baru," kata Nutsarang.
Chonlathit Nimimenwai (23) mengatakan dia ikut upacara tersebut karena petunjuk dari seorang penasihatnya yang mengatakan bahwa hidupnya dalam bahaya.
Baca Juga: Praveen/Melati Telan Kekalahan di Laga Perdana Grup A BWF World Tour Finals
"Itu membuat saya merasa stres. Itu sebabnya saya di sini hari ini karena saya ingin merasa lebih baik." ujar Chonlathit.
Biksu Prakru Prapath Waranukij, penuntun upacara tersebut, mengatakan bahwa meskipun ritual tersebut mendapat beberapa kritik, dia mengungkapkan penting untuk merenungkan kematian.
"Itu mengingatkan orang bahwa suatu hari kita akan mati, jadi kita harus berhati-hati dengan cara kita menjalani hidup," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif
-
Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar
-
Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas
-
Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor
-
Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik
-
Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung
-
Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun
-
Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan
-
PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung
-
Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta