Suara.com - Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dudung Abdurachman mendapatkan promosi jabatan dari Panglima Kodam Jaya menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai promosi jabatan yang diberikan kepada Dudung adalah sesuatu yang wajar.
Ia memahami apabila banyak yang beranggapan kalau promosi jabatan tersebut sebagai bentuk hadiah bagi Dudung atas sikapnya terhadap eks Front Pembela Islam (FPI).
"Tampaknya sulit untuk menepis anggapan publik bahwa promosi ini masih bertaut dengan popularitas Dudung setelah aksinya menurunkan spanduk dan baliho HRS dan lontarannya soal pembubaran FPI," kata Fahmi saat dihubungi wartawan, Jumat (28/5/2021).
"Artinya, wajar juga jika banyak pihak memandang promosi Dudung sebagai Pangkostrad ini merupakan 'hadiah' atas prestasinya," imbuhnya.
Namun demikian, Fahmi mengaggap jika pemberian kesempatan itu akan terlalu dini apabila dikaitkan ke potensi Dudung menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
"Menurut saya masih terlalu dini jika kemudian ada yang memprediksi bahwa promosi ini sekaligus akan menjadi jalan bagi Dudung untuk memimpin TNI AD di masa depan," kata Fahmi.
Adapun kesempatan itu bisa muncul kalau KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa mendapatkan penugasan lain. Selain itu, Fahmi mengatakan banyak jenderal lainnya yang juga mendapatkan promosi pada jabatan-jabatan yang setara dengan jabatan Pangkostrad.
"Mereka tentu akan punya peluang yang sama untuk memimpin TNI AD di masa depan," ujarnya.
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan mutasi dan rotasi jabatan terhadap 80 perwira tinggi atau Pati TNI. Salah satunya ialah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Pangkostrad.
Baca Juga: Loper Koran Kini jadi Pangkostrad, Segini Harta Kekayaan Mayjen Dudung Abdurachman
Itu berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/435/V/2021 tanggal 25 Mei 2021 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Dalam surat keputusan telah ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 80 Pati TNI terdiri dari 46 Pati TNI AD, 15 Pati TNI AL dan 19 Pati TNI AU.
"Dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis," demikian tertulis dalam keterangan Dispen TNI yang dikutip Suara.com, Rabu (26/5/2021).
Lantaran Dudung dirotasi menjadi Pangkostrad, posisi Pangdam Jaya lantas diisi oleh Mayjen TNI Mulyo Aji dari Aspers Kasad. Kemudian terdapat Letjen Doni Monardo dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi Pati Mabes TNI AD menjelang masa pensiunnya.
Posisi Doni digantikan oleh Letjen TNI Ganip Warsito dari Kasum TNI dan Letjen TNI Eko Margiyono sebagai Pangkostrad menjadi Kasum TNI.
Terkait promosi jabatan Mayjen TNI Dudung Abdurachman sebagai Pangkostrad. Apa tantangan yang dihadapinya?
Meski sebenarnya promosi ini adalah sesuatu yang wajar-wajar saja, tampaknya sulit untuk menepis anggapan publik bahwa promosi ini masih bertaut dengan popularitas Dudung setelah aksinya menurunkan spanduk dan baliho HRS dan lontarannya soal pembubaran FPI.
Artinya, wajar juga jika banyak pihak memandang promosi Dudung sebagai Pangkostrad ini merupakan 'hadiah' atas prestasinya. Namun menurut saya, masih terlalu dini jika kemudian ada yang memprediksi bahwa promosi ini sekaligus akan menjadi jalan bagi Dudung untuk memimpin TNI AD di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara
-
Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah
-
Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!
-
Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi
-
Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?
-
Kisah Penyuluh Kepercayaan di DIY: Dulu Ditolak Sekolah, Kini Sambut Hari Kepercayaan 13 Juli
-
Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta