Suara.com - Pemerintah membuka layanan pengobatan psikologis bagi masyarakat yang mengalami gangguan psikis akibat tekanan sosial ekonomi dampak dari pandemi Covid-19.
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan masyarakat bisa mengakses aplikasi Sehat Jiwa dari Kementerian Kesehatan atau menghubungi hotline 119 ext 8 untuk konsultasi kejiwaan.
"Oleh karena itu pemerintah bermitra dengan beberapa organisasi lainnya termasuk himpunan psikologi Indonesia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan psikologi Sejiwa atau Sehat Jiwa dengan menghubungi hotline 119 ext 8," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Kamis (15/7/2021).
Wiku menyebut pemerintah sadar terdapat beberapa orang yang terdampak kondisi kesehatan kejiwaannya selama masa penerapan kebijakan PPKM Darurat dan PPKM Diperketat, baik karena kondisi keluarga, sosial maupun financial.
"Fasilitas ini akan memberikan layanan psikologi untuk keluhan seperti kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, atau stress langsung dari para ahlinya dan diharapkan mampu membantu masyarakat untuk menjadi sehat secara menyeluruh," ucapnya.
Diketahui, pandemi COVID-19 telah menginfeksi 2.670.046 orang Indonesia, kini masih terdapat 443.473 kasus aktif, 2.157.363 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 69.210 jiwa meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya