Suara.com - Jerman hari Senin (2/8) mengirim kapal perang "Bayern" berlayar ke Asia-Pasifik. Kapal perang Bayern dijadwalkan akan berlabuh antara lain di Singapura, Australia, Jepang, Korea Selatan dan Cina.
Menteri Luar Negeri Heiko Maas mengatakan, pengiriman kapal perang "Bayern" merupakan tanda bahwa Jerman turut memikul tanggung jawab menjaga "ketertiban internasional". Kapal perang itu antara lain akan mengambil rute ke Laut Tengah, Terusan Suez lalu ke Luat Cina Selatan dan Samudra Pasifik.
Kapal perang sepanjang 160 meter itu berangkat dari pangkalannya di Wilhelmshaven dan berada dalam perjalanan selama enam bulan, dengan 232 pasukan angkatan laut. Heiko Maas mengatakan, kehadiran Angkatan laut Jerman di kawasan Asia-Pasifik selaras dengan politik negara-negara Barat lainnya, yang menegaskan kehadiran mereka di kawasan.
Kapal perang "Bayern" akan berlabuh di pelabuhan-pelabuhan "mitra Jerman", jelas Heiko Maas. Dia selanjutnya mengatakan, kawasan Indo-Pasifik adalah salah satu bagian dunia di mana tatanan internasional masa depan akan diputuskan dan oleh karena itu penting bagi Jerman untuk turut hadir di dalamnya.
"Kami bertujuan untuk terlibat dan bertanggung jawab untuk menjaga tatanan internasional berbasis aturan," kata Heiko Maas.
'Mempertahankan nilai-nilai'
Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer dalam pernyataannya mengatakan: "Pesannya jelas: Kami membela nilai dan kepentingan kami bersama dengan mitra dan sekutu kami."
"Bagi mitra kami di Indo-Pasifik, adalah kenyataan bahwa rute laut tidak lagi terbuka dan aman, dan klaim wilayah yang diterapkan oleh supremasi hukum adalah benar," tambahnya.
Di kawasan Indo-Pasifik, "keputusan penting tentang perdamaian, keamanan, dan kemakmuran akan dibuat," kata Annegret Kramp-Karrenbauer.
Baca Juga: Romantis, Pemain Timnas Jerman Lamar Kekasih Usai Kalahkan Arab Saudi di Olimpiade 2020
Jepang ingin menjalin kerja sama
Pengiriman kapal perang Jerman diumumkan saat klaim teritorial Cina di Laut Cina Selatan makin agresif. AS dan Inggris sebelumnya sudah menolak tegas klaim semacam itu dan juga mengirim kapal perangnya berlayar di "wilayah perairan internasional" di kawasan Laut Cina Selatan.
Beberapa bulan lalu, pemerintah Jepang juga meminta Jerman untuk mengirim kapal perang ke Asia Timur, untuk meningkatkan dukungan internasional bagi kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Bulan Januari lalu, Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi mengadakan pembicaraan online dengan Annegret Kramp-Karrenbauer dan menyatakan minatnya agar kapal perang Jerman ikut serta dalam latihan bersama dengan unit-unit Pasukan Bela Diri Jepang.
Dalam perjalanan kembali ke Jerman, kapal perang Bayern akan berpartisipasi dalam misi NATO "Sea Guardian" di Mediterania, misi Uni Eropa "Atalanta" di lepas Tanduk Afrika, dan misi pengawasan maritim PBB di lepas pantai Korea Utara. Bayern dijadwalkan kembali ke Wilhelmshaven pada Februari 2022. [hp/pkp/dpa/afp]
Berita Terkait
-
Jerman Jadi Banyak Maling saat Harga Minyak Dunia Menggila
-
Donald Trump Pertimbangkan Amerika Serikat Keluar dari NATO
-
Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland
-
Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin
-
Donald Trump Desak NATO Kirim Kapal ke Selat Hormuz
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi