Suara.com - DPRD DKI Jakarta memutuskan untuk memangkas anggaran untuk membuat sumur resapan. Tujuannya, agar nantinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa membeli alat berat penanganan banjir.
Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Komisi D DPRD DKI, Syarif. Dana untuk pengadaan drainase vertikal itu dicoret pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI tahun 2022.
Syarif menjelaskan, dalam rapat RAPBD itu, lima fraksi meminta Gubernur Anies Baswedan mengevaluasi proyek sumur resapan. Program ini dinilai kurang efektif mencegah banjir.
"Anggaran sumur resapan dikurangi, dari Rp 322 miliar, tinggal sisa Rp 120 miliar," ujar Syarif saat dikonfirmasi, Selasa (24/11/2021).
Dalam pemandangan umum Fraksi DPRD terhadap rancangan peraturan daerah DKI tentang APBD tahun anggaran 2022, 16 November lalu. Lima fraksi mempertanyakan efektifitas sumur resapan.
Di antaranya adalah PDIP, PSI, Nasdem, Golkar, dan PKB-PPP. Sementara, empat fraksi lainnya yakni Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat tak menyinggung program sumur resapan.
Selain efektifitas, Syarif menyebut pemotongan anggaran dilakukan karena pertimbangan pandemi Covid-19. Pasalnya, pendapatan daerah Pemprov DKI masih defisit karena kondisi perekonomian yang terdampak.
Meski lima fraksi menganggapnya kurang efektif, politisi Gerindra ini enggan komentar lebih jauh soal sumur resapan itu. Ia sendiri menilai perlu ada kajian lebih jauh mengenai efektifitas program tersebut.
"Di rapat-rapat (DPRD) itu banyak ngomong begitu, tidak efektif. Ya, boleh saja orang berpendapat, tapi tolong buktikan secara teknis keilmuan," katanya.
Baca Juga: Tolak Pengajuan Utang Rp 4 Triliun ITF Sunter, Ketua DPRD: Anies Tak Jabat sampai 2024
Anggaran yang sudah dipangkas sebesar Rp202 miliar, kata Syarif, akan dialihkan untuk pembelian alat berat. Diharapkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) akan melakukan belanja yang membantu pengerukan sampah dan sungai yang tersedimentasi.
"Anggaran yang dipotong diredistribusi ke belanja Dinas Sumber Daya Air (SDA), misalnya alat excavator spider yang bisa dipakai dalam kolong jembatan bertambah 40 unit. Itu mahal harganya, satunya kalau tidak salah Rp14 miliar," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Tolak Pengajuan Utang Rp 4 Triliun ITF Sunter, Ketua DPRD: Anies Tak Jabat sampai 2024
-
Normalisasi Sungai Era Anies Mandek, Gerindra: Kalau Ahok Main Gusur, Pakai Cara Kekerasan
-
Guntur Romli Tuding Anies Tak Becus Urus Renovasi Sekolah, Anggota TGUPP Beri Tanggapan
-
Cerita Anies Baswedan Kecemplung Got, Sampai Bikin Deddy Penasaran Banget
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion
-
Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan
-
OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa
-
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita