Suara.com - Seekor anak kucing yang pasrah lantaran dirinya diterkam oleh buaya telah menjadi viral. Video itu lantas menuai atensi warganet.
Momen itu dibagikan oleh akun TikTok @ecaaa, Rabu (12/1/2022). Anak kucing ini malah terlihat pasrah dirinya diterkam buaya.
Seekor anak kucing dalam video tersebut bukanlah diterkam oleh seekor buaya hidup, melainkan diterkam oleh mainan buaya berwarna hijau.
Dalam video, mainan buaya tersebut terlihat menerkam kepala anak kucing itu. Bukannya terihat melawan, anak kucing ini malah terlihat sangat pasrah.
Seperti yang diketahui oleh kebanyakan orang, mulut dari mainan buaya berwarna hijau yang menerkam kucing ini bisa menutup secara otomatis jika salah satu giginya ditekan.
Tampaknya, anak kucing yang ada dalam video ini penasaran dengan mainan buaya tersebut. Oleh sebab itu, ia tidak sadar jika telah 'diterkam' secara otomatis oleh buaya itu.
"Meng meng. Dimakan buaya ya lo," ucap seorang wanita yang merekam saat kucingnya diterkam buaya mainan.
"Meng meng. Dia diem aja lho," ujarnya sambil tertawa melihat kucing tersebut.
"Lo dimakan buaya ya? Meng, meng," ujarnya sekali lagi.
Baca Juga: Viral Akis Seekor Babi di Jalan Raya Bikin Kagum, 'Hewan Saja Mengerti, Kebanyakan Orang Tidak'
Anak kucing ini juga terlihat tidak panik sama sekali. Kendati demikian, ia terlihat berusaha untuk mengeluarkan kepalanya dari mulut mainan buaya.
Kucing itu terus berusaha memundurkan dan menggerakkan badannya agar bisa terlepas dari terkaman mainan buaya.
Bukannya berhasil terlepas, mainan buaya itu malah mengikuti gerak anak kucing ini sementara kepalanya masih berada di dalam mulut mainan itu.
Melihat seekor anak kucing yang diterkam mainan buaya itu, warganet lantas menuliskan beragam komentar. Tak sedikit warganet yang menuliskan komentar kocak.
"Spill kondisi kucingnya sekarang, apakah baik-baik saja," tulis salah seorang warganet di kolom komentar.
"(kucing): bukannya dibantuin malah dipidioin," tulis seorang warganet.
Berita Terkait
-
Cowok Angkut Es Teh Seberat Karung Beras, Ending Terjengkang Ke Empang: The Real Yang Terdalam
-
Viral Cewek Makan Keripik Dicelup Minuman Ini, Aksinya Bikin Ngelus Dada: Sekte Mana Lagi
-
Viral Peti Mati Dibawa Naik Motor, Warga Menjerit Minta Tolong ke Jokowi
-
Cewek Masak Telur Ceplok, Aksi Tuang Minyak Bikin Panas: Tutorial Dikutuk Emak
-
Teman Lagi Makan Malah Dituang Semen, Bercandaan Pria Ini Tuai Kecaman Publik: Gak Lucu!
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Eks Bos Kemenkeu Divonis Ringan di Kasus Jiwasraya, Jaksa Agung Sorot 2 Kejanggalan Ini
-
RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Usai Terendam Banjir Lumpur 3 Meter
-
Kasus Kematian Diplomat Dihentikan, Keluarga Arya Daru Tempuh Langkah Hukum dan Siap Buka 'Aib'
-
Breaking News! KPK Resmi Tetapkan Eks Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Profil Damai Hari Lubis: Dulu Garang Tuding Ijazah Palsu, Kini 'Luluh' di Depan Jokowi?
-
5 Sindiran Politik Tajam Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' yang Viral
-
Legislator DPR Bela Pandji: Kritik Komedi Itu Wajar, Tak Perlu Sedikit-sedikit Lapor Polisi
-
Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang
-
Giliran PBNU Tegaskan Pelapor Pandji Pragiwaksono Bukan Organ Resmi: Siapa Mereka?
-
Polemik Batasan Bias Antara Penyampaian Kritik dan Penghinaan Presiden dalam KUHP Baru