Suara.com - Ukraina telah menjadi kandidat resmi untuk keanggotaan Uni Eropa (UE), langkah pertama untuk bergabung dengan organisasi tersebut.
Prosesnya dapat berlangsung sampai bertahun-tahun dan tidak ada jaminan akan sukses. Moldova juga telah mendapat status kandidat UE.
Apa itu Uni Eropa?
UE adalah serikat ekonomi dan politik yang saat ini beranggotakan 27 negara Eropa.
Organisasi ini memungkinkan barang, jasa, dan uang bergerak secara bebas antara negara-negara anggotanya. Warga UE dapat tinggal dan bekerja di mana saja di negara-negara serikat.
UE mengoperasikan satu mata uang Eropa, euro, yang digunakan oleh lebih dari 340 juta orang di 19 negara anggotanya.
Negara-negara anggota menerapkan standar yang sama di berbagai area, termasuk keamanan makanan, pertanian, dan hak-hak pegawai.
UE juga memberi bantuan dana pada wilayah-wilayahnya yang kekurangan, untuk membantu memperkuat ekonomi mereka.
Baca juga:
- Mengapa Ukraina ingin bergabung dengan Uni Eropa?
- Uni Eropa minta warganya kerja dari rumah demi kalahkan Putin
- Jokowi berkunjung ke Rusia dan Ukraina: Presiden disarankan gunakan pendekatan ekonomi
Mengapa Ukraina ingin bergabung?
President Volodymyr Zelensky memulai lamaran untuk keanggotaan UE lima hari setelah Rusia menginvasi Ukraina.
Baca Juga: Uni Eropa Berikan Status Kandidat "Pesan Solidaritas" Kepada Ukraina
Ia meminta untuk bergabung secepatnya.
Ada berbagai keuntungan finansial bila suatu negara bergabung dengan UE.
Namun, motif utama Ukraina bukanlah ekonomi, menurut Dr. Zach Paikin, dari lembaga kajian Centre of European Policy Studies.
"Keanggotaan UE akan menguatkan status Ukraina sebagai negara Eropa yang independen dan berdaulat," katanya. "Bukan sekadar bagian dari dunia Rusia."
Bagaimana reaksi Rusia?
Meskipun Presiden Vladimir Putin menentang keinginan Ukraina sejak lama untuk bergabung dengan aliansi militer NATO, ia bersikeras bahwa ia "tidak menentang" negara itu bergabung dengan UE.
Namun, Kremlin mengatakan mereka akan "semakin memperhatikan" lamaran Ukraina karena UE tengah mempertimbangkan untuk membentuk pasukan pertahanannya sendiri.
"Komponen militer, pertahanan, dan keamanan sedang didiskusikan," kata mereka. "Kami, tentu saja, mengamati semuanya dengan saksama."
Presiden Zelensky telah memperingatkan bahwa Rusia dapat melakukan tindakan balasan atas lamaran Ukraina ke UE.
"Jelas, kita bisa mengharapkan aktivitas permusuhan yang lebih besar dari Rusia," ujarnya. "Dan tidak hanya terhadap Ukraina, tapi juga terhadap negara-negara Eropa lainnya."
Bagaimana suatu negara bergabung dengan Uni Eropa?
Pertama-tama, Komisi Eropa, pemerintahan kolektif Uni Eropa, menilai apakah suatu negara cocok bergabung dengan organisasi tersebut.
Lembaga itu mempertimbangkan apakah negara tersebut memiliki pemerintahan yang stabil dan demokratis, menghormati hak asasi manusia, dan memiliki ekonomi pasar bebas.
Semua anggota UE eksisting harus setuju sebelum suatu negara dapat menjadi kandidat anggota baru.
Jika berhasil, negara tersebut harus mengadopsi semua hukum dan peraturan Uni Eropa. Ini biasanya perlu waktu beberapa tahun.
Akhirnya, negara tersebut menandatangani perjanjian yang harus disetujui secara resmi oleh semua negara Uni Eropa lainnya.
Perlu waktu berapa lama untuk bergabung dengan Uni Eropa?
Negara-negara yang baru bergabung Bulgaria, Rumania dan Kroasia, butuh waktu antara 10 dan 12 tahun.
Albania, Makedonia Utara, Montenegro dan Serbia sudah menjadi kandidat resmi selama bertahun-tahun, tetapi lamaran mereka mandek.
Turki menjadi kandidat pada 1999. Namun, prosesnya terhenti karena kekhawatiran mengenai catatan hak asasi manusianya.
Bagaimana Ukraina cocok dengan UE?
- Daratan terluas dari negara mana pun di UE: 603.550 km persegi. Belum termasuk wilayah-wilayah Prancis di luar negeri
- Populasi terbesar kelima: 44,13 juta
- PDB per kapita tahunan Ukraina adalah $3.724 - sepersembilan dari rata-rata UE
- Sudah memenuhi 30% kebutuhan gandum di UE
Bagaimana hubungan Ukraina dengan UE saat ini?
Sejak 2017, Ukraina dapat berdagang dengan negara-negara UE tanpa membayar tarif - cukai atas barang yang dikirim antar negara - berdasarkan perjanjian yang disebut association agreement.
Sebagai bagian dari persiapannya untuk mengajukan keanggotaan, Ukraina telah mengubah banyak undang-undang dan peraturannya untuk memenuhi standar UE.
Apa lagi yang perlu dilakukan Ukraina?
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan "pekerjaan bagus telah dilakukan", namun Ukraina perlu melakukan "reformasi penting" yang lebih jauh.
Ini termasuk memperkuat supremasi hukum, meningkatkan hak asasi manusia, mengurangi kekuatan oligarki, dan memberantas korupsi.
Tantangan lain adalah membersihkan sistem pengadilan Ukraina, yang telah banyak dikritik.
Bagaimana keanggotaan UE telah membantu negara-negara yang baru bergabung?
Sejak bergabung 15 tahun lalu, pendapatan nasional Rumania meningkat tiga kali lipat dan Bulgaria meningkat dua kali lipat.
Uni Eropa telah memberikan puluhan miliar euro kepada kedua negara untuk mendukung pembangunan ekonomi - misalnya, membangun jalan dan pelabuhan baru.
Antara 2014 dan 2020, Bulgaria menerima 11,2 miliar euro dan Rumania 35 miliar euro.
Namun, Transparansi Internasional berpendapat banyak uang ini telah hilang melalui korupsi.
Bulgaria tetap berada di peringkat terbawah UE dalam hal upah, kesehatan dan pendidikan, tetapi Rumania telah meningkat dari negara termiskin kedua menjadi termiskin keenam.
Sekitar 1,5 juta orang Bulgaria dan 4 juta orang Rumania telah menggunakan kebijakan "kebebasan bergerak" UE untuk bepergian ke luar negeri. Kritikus khawatir fenomena "brain drain" ini dapat merusak prospek masa depan kedua negara.
Berita Terkait
-
Rudal Pertahanan Udara Ukraina Menipis, Zelenskyy Minta Sekutu Pasok Amunisi Pencegat
-
Rudal Jelajah Ukraina FP5 Flamingo Buka Peluang Serang Iran, Jarak Luncur Sampai 3000 Km
-
Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa
-
Rusia - Ukraina Saling Tembak Drone dan Rudal, 14 Orang Tewas
-
Serangan Rudal Iran Terancam Melebar ke Laut Kaspia karena Ulah Ukraina Ini
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Serang Dihebohkan Kehadiran Verrell Bramasta dan Edison Sitorus
-
Ternyata Ini Penyebab Sukhoi TNI AU "Kebablasan" Keluar Landasan Saat Test Flight
-
Desil Berubah, BPS DIY Akui Data Bisa Melenceng
-
Investor Ambil Cuan, IHSG Tersungkur Hari Ini Tapi Tetap di Level 6.500
-
10 Pantangan Feng Shui Dapur yang Sebaiknya Dihindari, dari Posisi Kompor hingga Sink
-
Apakah Lapisan Teflon Rice Cooker Terkelupas Berbahaya?
-
Staf Menhut Raja Juli Mangkir! KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Terkait Kasus Suap
-
Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA
-
Kisah Duka Nek Kurniati Tutup Usia Saat Ambil Beras Bantuan di Bogor
-
Cara Asap Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatera Sampai Malaysia dan Singapura