Suara.com - Tanggal 14 Oktober rupanya mencatat banyak sejarah bagi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pada tanggal ini, tepatnya 101 tahun yang lalu, lahir sosok polisi yang dikenal jujur dan anti korupsi, yakni Jenderal Hoegeng.
Di tanggal ini juga, khsusunya 14 Oktober 2022, instansi Polri tengah tercoreng dan menjadi sorotan tajam publik. Ini karena rentetan citra buruk yang menimpa Polri belakangan.
Mulai dari kasus pembunuhan yang dilakukan jenderal bintang dua, Ferdy Sambo terhadap ajudannya. Belum selesai kasus itu, Polri kembali disorot akibat tragedi Kanjuruhan.
Peristiwa yang menewaskan 132 orang itu disorot karena aksi aparat di Jawa Timur yang menggunakan gas air mata ke arah tribun. Tembakan bertubi-tubi gas air mata itu menyebabkan ratusan nyawa melayang dalam waktu beberapa jam.
Paling baru, di tanggal yang sama hari ini, Kapolda Jawa Timur Teddy Minahasa ditangkap atas kasus dugaan narkoba. Penangkapannya itu terjadi tepat saat seluruh Kapolda dan Kapolres se-Indonesia dijadwalkan untuk menghadap Presiden Jokowi.
Tentunya tanggal 14 Oktober dinilai menjadi keramat bagi Polri. Mulai dari kehidupan penuh inspirasi sosok Jenderal Hoegeng yang pernah menjabat sebagai Kapolri, hingga kini tahun 2022, terguncangnya instansi yang bertugas "mengayomi" tersebut.
Profil Jenderal Hoegeng
Sosok Jenderal Hoegeng menduduki jabatan sebagai Kepala Kapolri kelima pada periode 1968 hingga 1971. Ia dikenal sebagai sosok polisi yang dengan keras menentang adanya tindak pidana korupsi.
Pemilik nama lengkap Hoegeng Iman Santoso ini lahir pada 14 Oktober 1921 di Pekalongan, Jawa Tengah. Saat berusia enam tahun, Hoegeng masuk ke pendidikan HIS. Tahun 1934, beliau melanjutkan pendidikannya ke MULO.
Baca Juga: Beberapa Hari Jabat Kapolda Jatim, Irjen Teddy Minahasa Terancam Dipecat karena Kasus Narkoba
Kemudian beliau menempuh sekolah menengah di AMS Westers Klassiek di tahun 1937. Hoegeng kembali melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan hukum di Rechts Hoge School Batavia pada 1940.
Saat pendudukan Jepang, Hoegeng pernah mengikuti pelatihan militer Nippon di tahun 1942, dan Koto Keisatsu Ka I-Kai di tahun berikutnya. Begitu Indonesia merdeka, Hoegeng menjabat sebagai Kepala DPKN Kantor Polisi Jawa Timur pada 1952.
Empat tahun berselang, Jenderal Hoegeng menjabat sebagai Kepala Bagian Reserse Kriminil Kantor Polisi Sumatera Utara di Medan. Tiga tahun berikutnya, Jenderal Hoegeng mengikuti pendidikan yaitu Pendidikan Brimob dan menduduki sejumlah jabatan.
Di antaranya yaitu Staf Direktorat II Mabes Kepolisian Negara di tahun 1960, Kepala Jawatan Imigrasi di tahun yang sama, Menteri Iuran Negara di tahun 1965, dan menjadi Menteri Sekretaris Kabinet Inti di tahun 1966.
Selanjutnya pada 5 Mei 1968, Jenderal Hoegeng dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Kepala Kepolisian Negara. Selama menjabat sebagai Kapolri, Jenderal Hoegeng mendulang beragam prestasi. Ini tidak terlepas dari pribadinya yang memiliki integritas.
Kisah Gemilang Jenderal Hoegeng
Berita Terkait
-
Beberapa Hari Jabat Kapolda Jatim, Irjen Teddy Minahasa Terancam Dipecat karena Kasus Narkoba
-
Heboh Irjen Teddy Minahasa Terjerat Kasus Narkoba, Peradi Padang Desak Reformasi Polri dan Tumpas Biaya-biaya Siluman
-
Irjen Teddy Minahasa Jadi Musuh dalam Selimut? 30.000 Orang Bisa Tewas Jika 10 Kg Sabu sang Jenderal Beredar Lagi
-
Habib Aboe: Kabar Ditangkapnya Irjen Pol Teddy Minahasa, Pukulan Telak untuk Polri Setelah Kasus FS
-
Bantah Isu 8 Kapolda Positif Narkoba, Polri Bilang Begini
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali