Suara.com - Menjadi warga negara Indonesia, tentu saja idealnya paham tentang hari raya keagamaan yang ada di negara ini. Pasalnya sebagai negara yang multikultural, dan memiliki ragam budaya dan agama, toleransi harus senantiasa dijunjung tinggi. Pertanyaan seperti hari raya Waisak untuk agama apa bisa ditemukan jawabannya di artikel singkat ini.
Secara mudah, sebenarnya hari raya Waisak merupakan hari besar keagamaan yang dimiliki oleh umat beragama Buddha. Hari raya Waisak juga disebut dengan Waisaka, dan dikenal dengan berbagai nama berbeda di negara-negara lainnya.
Sekilas Mengenai Hari Raya Waisak
Waisak berasal dari bahasa Pali, Vesakha, atau Waisakha dari bahasa Sansekerta. Di beberapa tempat juga disebut dengan Hari Buddha. Perayaannya disebut dengan Trisuci Waisak, karena memperingati tiga peristiwa penting terkait agama Buddha.
Ketiga peristiwa ini antara lain adalah:
- Lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 SM
- Pangeran Sidharta yang mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha di Buddha-Gaya atau Bodh Gaya, pada usia 35 tahun atau tepatnya di tahun 588 SM
- Buddha Gautama parinibbana atau wafat di Kusinara pada usia 80 tahun, di tahun 543 SM
Pada tahun 2023 ini, perayaan hari raya Waisak 2023 akan digelar di Candi Mendut dan Candi Agung Borobudur pada 4 Juni mendatang.
Tema yang diusung di tahun ini adalah Aktualisasikan Ajaran Buddha Dharma Di Dalam Kehidupan Sehari-Hari, sementara sub tema yang diangkat adalah Momentum Waisak Memperkuat Persatuan dan kesatuan Bangsa Serta Perdamaian Dunia.
Jika dilihat dari tema ini, apa yang ingin diangkat adalah ajaran Buddha untuk dunia, memasyarakatkan nilai-nilai yang dipegang dan diamalkan untuk kebaikan dunia.
Apakah Ada Libur?
Baca Juga: 5 Cara Membuat Twibbon Hari Raya Waisak 2023, Siap Disebarkan ke Media Sosial
Pada perayaan Waisak 2023 ini akan menjadi tanggal merah dan hari libur. Pada SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2023, hari raya Waisak akan jatuh pada tanggal 4 Juni 2023.
Tanggal 4 Juni 2023 jatuh di hari Minggu. Namun demikian pada tanggal 2 Juni 2023, di hari Jumat, akan diadakan cuti bersama dalam rangka hari raya Waisak 2567 BE atau 2023 ini. Maka dengan demikian, prosesi perayaan hari raya Waisak menjadi lebih nyaman dan tidak terburu-buru.
Itu tadi sekilas mengenai hari raya Waisak untuk agama apa. Semoga menjadi artikel yang berguna untuk Anda, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
5 Cara Membuat Twibbon Hari Raya Waisak 2023, Siap Disebarkan ke Media Sosial
-
15 Ucapan Waisak 2023 untuk Atasan dan Keluarganya
-
Apakah Tanggal 2 Juni 2023 Libur? Ini Jadwal Libur dan Cuti Bersama
-
Tanggal 1 Juni Memperingati Hari Apa? Simak Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Jadi Tanggal Merah
-
Lengkap! Jadwal Libur Anak Sekolah 2023 di 33 Provinsi
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN
-
DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur
-
Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi
-
Misteri Harta Jampidsus Febrie: LHKPN Rp18 M vs Temuan Emas 74 Kg di Rumah Sentul City
-
Tak Lagi Berbasis Latihan Kemiliteran, Pelatihan SPPI Kini Lebih Humanis
-
Kesaksian Orang Dalam Cafe deClan: Ada Perdebatan Sebelum Polisi Bongkar Ruang Rahasia
-
Qodari: Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat