Hari yang ditunggu pun tiba. Rully menggelar resepsi pernikahannya secara sederhana. Parkiran motor yang ada di Asrama Polri Pasar Minggu akhirnya 'disulap' menjadi tempat hajatan.
Tanggal 7 September 2013, nampaknya tak akan terlupakan bagi Rully Carerra. Tanggal tersebut begitu berarti baginya.
“Hari yang membahagiakan sekaligus menyedihkan,” kata Rully.
Pasalnya, Rully kehilangan pengelihatannya saat bersanding dengan Linda di pelaminan. Tanpa sebab dan gejala, tiba-tiba saja setiap orang yang dilihatnya berubah menjadi merah seperti darah.
“Saya ijab kabul masih normal, masih bisa melihat jelas. Kemudian pas dibawa ke pelaminan baru semuanya berubah,” katanya.
Rully saat itu hanya bisa terdiam sambil berusaha bersikap tenang, dia hanya ingin acaranya berlangsung lancar.
Setelah acara pesta pernikahannya selesai, Rully baru memberikan kabar itu ke istrinya.
Setelahnya, mereka berobat ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pihak rumah sakit kemudian merujuk Rully ke Rumah Sakit Pertamina. Hingga akhirnya ia harus dioperasi dengan persentase kesembuhan 50 persen. Namun sayang, saat itu tim dokter tak bisa menolong Rully. Hingga akhirnya Rully mengalami kebutaan.
Baca Juga: Profil Aiptu US: Oknum Polisi di Bandung yang Disebut Minta Uang ke Korban Begal
Tinggal di Gang Senggol
Jurnalis Suara.com juga sempat berkunjung ke kediaman Aipda Rully, Asrama Polisi, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Kamis malam. Rumah yang dihuni Aipda Rully berada di dalam gang sempit.
Bangunan rumahnya pun jauh dari kata mewah. Sebab, kondisi pintu rumahnya yang berbatasan langsung dengan aspal terlihat sudah termakan usia. Sebuah papan untuk menambal pintu menjadi hiasan tersendiri bagi rumah Aipda Rully.
Saat berkunjung, jurnalis Suara.com diperkenankan untuk masuk ke dalam rumah oleh ibu Aipda Rully. Di dalam rumahnya, telah ada istri Aipda Rully, Linda Triningsih, dan anaknya yang baru berusia 8 tahun.
Terlihat sekeliling rumah, yang hanya berbentuk persegi panjang ini dipenuhi foto-foto keluarga mereka. Di antaranya, foto pernikahan Aipda Rully dan Linda.
Di ujung pandangan mata hanya ada sebuah gorden yang dijadikan skat pembatas ruangan. Di baliknya terlihat samar sebuah tempat tidur, dengan televisi flat di depannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang