DKI Jakarta berhasil menahan angka inflasi secara kumulatif (Januari - September 2023) di Jakarta sebesar 1,89% dan secara nasional juga sudah mencapai 2,28 persen. Selain itu, DKI mengalami pertumbuhan dalam perekonomian pada triwulan II 2023, tumbuh 5,13 persen (yoy) lebih tinggi dibandingan dengan triwulan I yang hanya tumbuh sebesar 4,95 persen (yoy).
Prestasi lain, Pemprov DKI mendapatkan penghargaan sebagai Tim Pengendalian Inflansi Daerah (TPID) Terbaik pada 2022 kategori Provinsi di wilayah Jawa Bali dan 2 kali mendapatkan insentif fiskal pada tahun 2023 dalam mengendalikan Inflasi. Bahkan Pj Gubernur DKI Jakarta juga mendapatkan pendapatkan penghargaan sebagai kepala daerah yang berhasil mengkoordinasi seluruh BUMD Jakarta di tengah tantangan inflasi yang sedang terjadi saat ini.
Dari sisi pemberian bansos, Pemprov DKI memberikan bansos pengentasan kemiskinan secara tepat sasaran. Penerimaan bantuan yang disalurkan oleh DKI Jakarta adalah KAJ (Kartu Anak Jakarta) dengan total sebanyak 15.355 ribu orang, lalu KLJ (Kartu Lansia Jakarta) dengan total sebanyak 206.695 ribu orang, KPDJ (Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta) dengan total sebanyak 21.172 ribu orang, dan KPARJ (Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta) dengan total 2.527 ribu orang.
Untuk penanganan stunting, penekanan yang dilakukan sudah mencapai 14,8 persen pada tahun 2023. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan angka stunting nasional sebesar 21,6 persen. Dinas Sosial DKI Jakarta sendiri memiliki target dalam penekanan turunnya prevalensi stunting pada tahun depan sebesar 13,7 persen.
Selain itu, sebanyak 600 ribu balita di DKI Jakarta menjadi target pemerintah dalam memberikan makanan tambahan penyuluhan dan pemulihan. Adapun dari 22,823 balita yang ditemukan terdata stunting, sudah 9,459 balita yang berhasil membaik setelah dilakukan intervensi yang dilakukan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta.
Untuk penanganan pengendalian banjir, Pemprov DKI baru saja menyelesaikan pembangunan terowongan sepanjang 1,268m Sodetan Ciliwung, hasil kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengalihkan 60m3 /detik air ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kali Cipinang.
Upaya ini dapat mengurangi area yang terdampak banjir seluas 107 hektare. Dinas DKI Jakarta juga melakukan pengerukan lumpur di 304 lokasi dengan total pengerukan mencapai >1,1 juta m3, menyediakan 549 unit pompa stasioner di 195 lokasi, 240 unit alat berat, 566 unit pompa mobile dan 799 unit pintu air di 547 lokasi di DKI Jakarta.
Di berbagai tempat, DKI telah melakukan penanaman sebanyak >57 ribu pohon mangrove dan >77 ribu pohon perlindungan, serta tanaman hias sebanyak >4 juta.
Upaya lain yang telah dikerjakan Pemprov DKI, yaitu pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilakukan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, sudah ada di 23 lokasi pada 2023 dan sudah sebanyak 267 kelurahaan yang ditata secara rapi. Menurut Tim Monitoring dan Evaluasi Pemprov DKI, ada 17 kelurahaan yang menjadi kelurahaan terbaik pada 2023 dalam pembangunan RTH.
Baca Juga: Strategi Pj Gubernur Heru Antisipasi Banjir Jakarta
Selain itu, lima wilayah Kota Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu meraih Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Kemudian untuk pengelolaan sampah, sebanyak 7.500 ton sampah Jakarta, setiap harinya masuk ke TPST Bantargebang. Saat ini sudah 2.000 ton/hari diolah pada instalasi Refuse Derived Fuel (RDF) plant hingga dapat menghasilkan 700 ton RDF.
Untuk keperluan penanganan sampah tersebut, Dinas Lingkungan Hidup DKI mempunyai rencana, yaitu penambahan dua unit RDF Plant, yaitu di Rorotan Jakarta Utara dan Pegadungan, Jakarta Barat. Pemprov juga menghadirkan kurang lebih 300 rumah maggot dengan rata-rata sampah organik tereduksi sebanyak 112,29 ton/bulan, yang dapat membantu dalam pengelolaan sampah.
Melalui Gerakan Jakarta Sadar Sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI melakukan Kolaborasi Pentahelix, seperti dengan Waste4change, Jakmania, Lyfewithless, UI Go Green dan lain-lain.
Berita Terkait
-
Inflasi Terkendali dan Ekonomi Jakarta Terus Tumbuh, Pengamat: Koordinasi Jadi Kunci
-
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kepulauan Seribu, Pemprov DKI Integrasikan Transportasi Perairan
-
Hunian Layak Disabilitas Pemprov DKI, Pengamat: Jakarta Jadi Contoh Kota Lain
-
Pemprov DKI Kaji Pembatalan Formula E 2024 oleh FIA, Padahal Sudah Bayar Dana Komitmen Rp560 Miliar
-
Siap-siap! Pemprov DKI Bakal Pungut Pajak Ojol dan Online Shop
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
-
Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite