Suara.com - Hari Penghapusan Perbudakan Internasional diperingati setiap tanggal 2 Desember. Peringatan itu dilakukan sebagai pengingat perjuangan global melawan berbagai bentuk perbudakan di dunia.
Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama memerangi praktik-praktik perbudakan modern yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.
Mengutip dari berbagai sumber, peringatan Hari Penghapusan Perbudakan Internasional berfokus pada upaya menghapuskan bentuk-bentuk perbudakan kontemporer seperti perdagangan manusia, kerja paksa, eksploitasi seksual, dan pernikahan paksa.
Tahun 2023, diperkirakan ada sekitar 50 juta orang yang masih menjadi korban perbudakan modern, termasuk 28 juta dalam kerja paksa dan 22 juta dalam pernikahan paksa.
Data PBB mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai perbudakan modern, dimana satu dari delapan korban kerja paksa adalah anak-anak, dengan lebih dari setengahnya mengalami eksploitasi seksual komersial.
Kemudian, sebagian besar kerja paksa, yaitu sekitar 86 persen terjadi di sektor swasta. Lalu, empat dari lima korban eksploitasi seksual paksa adalah perempuan atau anak perempuan.
Peringatan tahunan ini menjadi momen penting untuk menyoroti angka-angka tersebut sekaligus memperkuat komitmen global dalam memberantas perbudakan.
Sejarahnya
Hari Penghapusan Perbudakan Internasional pertama kali diperingati pada 2 Desember 1949, bertepatan dengan diadopsinya Konvensi PBB tentang Pemberantasan Perdagangan Orang dan Eksploitasi Prostitusi Orang Lain oleh Majelis Umum.
Namun, baru pada tahun 1995, Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan tanggal ini sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan.
Fokus utama peringatan ini adalah memerangi berbagai bentuk perbudakan modern yang mencakup:
- Perdagangan manusia
- Eksploitasi seksual
- Pekerjaan terburuk untuk anak-anak
- Perkawinan paksa
- Perekrutan paksa anak-anak dalam konflik bersenjata
Peringatan Hari Penghapusan Perbudakan Internasional setiap tahunnya menggarisbawahi nilai-nilai penting, seperti mendorong perubahan, meningkatkan kesadaran akan bahaya perbudakan, dan memperkuat komitmen terhadap kemanusiaan.
Berita Terkait
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Tegas! PM Grenada Tuntut Ganti Rugi Perbudakan dari Eropa di Depan Presiden Komisi Eropa
-
Praktik Perbudakan Kepergok Disnaker Brasil, Izin Tinggal Buruh Pabrikan Mobil China Dicabut
-
Terbukti Ada Unsur Pidana, Pemprov DKI Turun Tangan Telusuri Dugaan Kekerasan Karyawan Oleh Bos Brandoville
-
Hasil Investigasi New York Times Bongkar Kejinya Eks Bupati Langkat: Perbudakan Berkedok Rehabilitasi
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi
-
RS Sumber Waras Bantah Rawat Selebgram Ansy Jan De Vries usai Diduga jadi Korban Begal
-
Pemindahan Ibu Kota Negara Masih Tunggu Keppres, Pakar Desak Pemerintah Segera Tetapkan Arah Jelas
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Digital, Pemohon Paspor Makin Dimudahkan
-
Usai dari DPR, Prabowo Dijadwalkan Hadir ke Pameran Pengusaha Minyak
-
Ahmad Bahar Tegaskan Damai dengan GRIB Jaya Tak Berlaku untuk Kasus Putrinya