Suara.com - Plt Ketua Umum DPP PPP, M Mardiono, berharap pelaksanaan Muktamar PPP tahun depan tidak diwarnai dengan konflik. Mardiono tak mau ada pihak yang mengadudomba antar sesama kader.
Hal itu disampaikan Mardiono dalam pidatonya di pembukaan acara Mukernas II PPP di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (13/12/2024) malam.
"Mari Muktamar ke-10 kita selenggarakan sebaik mungkin kiranya tidak diwarnai dengan cacat-cacat organisasi, tidak diwarnai dengan konflik-konflik," kata Mardiono.
"Kita tidak membuka diri untuk para pihak yang mengadu domba, mengembangkan fitnah dan membenturkan kader satu dengan yang lain," katanya menambahkan.
Ia mengaku merima apa pun kritikan yang tajam yang dialamatkan kepadanya. Tapi ia tak mau terima jika ada fitnah dan pertentangan.
"Karena itu adalah membangkitkan setan-setan yang sekiranya nanti akan merugikan pada kita semua," katanya.
Mardiono kemudian menginginkan Muktamar bisa jadi modal untuk PPP bangkit dari keterpurukan yang dialami.
"Kita awali Muktamar ke-10 ini adalah menjadi modal untuk kita bangkit kembali Kita laksanakan dengan sebaik mungkin," ujarnya.
Ia pun mempersilakan pihak-pihak yang mau mencalonkan diri sebagai ketua umum PPP dalam Muktamar untuk maju tapi dengan mengedepankan etika dan berlandaskan nilai partai.
Baca Juga: Siap Gelar Muktamar 2025, Mardiono Incar Kursi Ketum PPP Lagi Demi Pemilu 2029?
"Silakan siapa yang ingin mencalonkan kelak menjadi ketua umum, kelak menjadi pengurus dan lain sebagainya mari kita bermodalkan dengan etika-etika ke-Indonesiaan," katanya.
"Orang Indonesia tidak punya karakter untuk mengadu domba satu dengan yang lain Kita punya enam prinsip perjuangan Walaupun enam prinsip perjuangan ini sering saya angkat di daerah," sambungnya.
Tag
Berita Terkait
-
Mardiono Minta Maaf ke Kader PPP, Siap Tanggung Jawab Dunia Akhirat
-
Mardiono Minta Kader PPP Tak Salahkan Partai Cokelat Jika Kalah Pemilu: Yang Salah Kita
-
Muncul Desakan Plt Dievaluasi di Mukernas Usai PPP Gagal Lolos Parlemen, Mardiono Ogah Disalahkan Sendiri
-
PPP Buka Mukernas II di Ancol, Mardiono dan Romahurmuziy Duduk Satu Meja
-
Jelang Mukernas II PPP, Rommy Minta Mardiono Dievaluasi: Harus Taubatan Nasuha
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat
-
Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar
-
Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang
-
Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan
-
Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo